
Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Dewiku.com - Ayu Ting Ting diketahui telah bertunangan dengan Lettu Muhammad Fardana. Artinya, calon suami Ayu Ting Ting segera menjadi ayah sambung bagi Bilqis Khumairah Razak.
Ayu Ting Ting tentunya telah memperkenalkan Fardana pada anaknya. Belajar dari sang artis, bagaimana sebaiknya memperkenalkan calon ayah baru kepada anak?
Dilansir dari Divorce, berikut beberapa tips memperkenalkan pasangan baru pada anak.
Baca Juga
Jika ingin hubungan pasangan baru dan anak terjalin baik, solusinya adalah bersabar, karena anak butuh menyesuaikan diri dengan situasi baru. Dan sebaiknya, jangan berekspektasi terlalu tinggi, ya.
2. Bertemu sebelum menikah
Ini adalah tahapan yang sangat penting. Dengan begitu, anak memiliki waktu untuk beradaptasi dengan calon orang tua sambungnya.
3. Jelaskan situasinya
Sebelum memperkenalkan pasangan baru, sebaiknya jelaskan dulu hubungan yang terjalin kepada anak. Ini agar anak merasa nyaman saat bertemu dengan calon orang tua sambungnya. Jangan lupa minta pendapat anak soal kemungkinan apabila ada orang tua baru dalam hidup anak.
4. Siap menghadapi reaksi apa pun
Reaksi anak-anak terhadap informasi mengenai calon orang tua sambung bisa sangat berbeda-beda, tergantung pada karakter dan suasana hati. Tentu saja sebagai orang tua, mesti siap dengan reaksi apa pun. Cobalah untuk tidak menanggapi reaksi anak dengan berlebihan.
5. Pastikan kasih sayang tetap utuh
Kehadiran orang baru mungkin membuat anak merasa terancam, biasanya karena cemas akan kehilangan kasih sayang orang tuanya. Nah, pastikan anak tidak berpikir seperti itu dengan memberinya jaminan bahwa kasih sayang untuknya akan tetap utuh.
6. Biarkan anak menghabiskan waktu bersama calon orang tua sambung
Beri kesempatan kepada anak untuk menghabiskan waktu bersama dengan calon orang tua sambung tanpa kehadiranmu. Ini memungkinkan mereka untuk membangun hubungan sendiri tanpa adanya tekanan.
7. Tetap mendukung anak
Berikan dukungan ekstra pada anak saat dalam fase menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di dalam keluarga. Pastikan mereka tetap merasa didengar, dihargai, dan dicintai.
8. Sabar dan memahami kondisi anak
Ingatlah bahwa setiap anak bisa bereaksi secara berbeda terhadap situasi ini. Jadi, bersabarlah dan berikan waktu untuk beradaptasi. Terimalah semua perasaan dan reaksi anak serta berikan mereka dukungan sesuai kebutuhan.
Terkini
- Saatnya Berbagi Tugas di Dapur, Karena Memasak Bukan Hanya Tanggung Jawab Perempuan
- Lajang dan Bahagia: Cara Perempuan Menikmati Hidup Tanpa Tekanan Sosial
- Plan Indonesia dan SalingJaga Gelar Soccer for Equality, Dukung Kesetaraan Pendidikan Anak Perempuan NTT
- Paternity Leave Bukan Sekadar Cuti, Tapi Wujud Budaya Kerja yang Inklusif
- Koper Ringan, Gaya Baru Menjelajah Dunia Tanpa Beban
- Body Positivity vs Body Neutrality: Mana Jalan Terbaik Menerima Tubuh Apa Adanya?
- Wujud Kesetaraan di Dunia Transportasi, Kartini Masa Kini di Balik Kemudi
- Musikal untuk Perempuan: Merayakan Persahabatan Lewat Lagu Kunto Aji dan Nadin Amizah
- Melangkah Sendiri, Merdeka Sepenuhnya: Kenapa Perempuan Pilih Solo Traveling?
- Koneksi Bukan Kompetisi: The Real Power of Women Supporting Women