Dewiku.com - Siapa sangka, sosok Marina Budiman yang selama ini jarang tersorot media justru berhasil mencatatkan namanya sebagai wanita terkaya di Indonesia. Lewat kiprahnya sebagai bos di industri data center, Marina membuktikan bahwa kerja di balik layar bisa mengantarkan seseorang ke puncak daftar orang paling tajir di negeri ini.
Kekayaannya bahkan menyalip para sosialita dan selebritas yang lebih sering tampil di hadapan publik.
Lewat perusahaan pusat data yang ia bangun bersama rekan bisnisnya, Marina berhasil mencetak sejarah sebagai wanita terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2025.
Dengan kekayaan sekitar US$5,3 miliar atau setara Rp88 triliun, Marina menempati posisi ke-7 orang terkaya di Indonesia, dan masuk dalam jajaran 650 orang terkaya dunia. Dilansir Dewiku.com dari Forbes Real Time Billionaires List, gelar ini nggak cuma simbol prestise, tapi juga bukti nyata bahwa perempuan Indonesia bisa bersaing di dunia teknologi yang masih didominasi laki-laki.
Kiprah Bisnis dan Teknologi
Marina Budiman adalah Presiden Komisaris dan Co-Founder PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data Tier IV pertama di Asia Tenggara. Bisnis ini menyediakan infrastruktur digital untuk berbagai sektor penting seperti keuangan, teknologi, dan pemerintahan.
Perempuan kelahiran Indonesia ini memiliki 22,51 persen saham DCII, menjadikannya pemegang saham terbesar kedua setelah Otto Toto Sugiri. Kinerja saham DCII yang melejit di Bursa Efek Indonesia jadi salah satu faktor utama yang melambungkan kekayaan Marina ke level triliunan rupiah.
Nggak cuma itu, Marina juga merupakan co-founder dari PT Indointernet Tbk (EDGE/Indonet), penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Bersama Otto Toto Sugiri, ia memulai revolusi internet di Tanah Air sejak tahun 1994—jauh sebelum internet jadi kebutuhan sehari-hari seperti sekarang.
Kariernya dimulai di sektor perbankan sebagai Account Officer di PT Bank Bali tahun 1985. Lalu, ia memperluas pengalamannya sebagai Project Manager di Sigma Cipta Caraka, sebuah perusahaan IT milik Sugiri, yang kemudian mempertemukan mereka dalam misi besar membangun ekosistem digital Indonesia.
Selama kariernya, Marina juga pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer dan Direktur di beberapa perusahaan teknologi, memperkuat reputasinya sebagai sosok yang nggak hanya jago di bidang teknis tapi juga keuangan.
Baca Juga
-
Gempar! Perselingkuhan CEO Astronomer Terbongkar di Balik Histeria Konser Coldplay Boston
-
Kenalan Sama Putri Karlina, Wabup Garut dan Ibu 3 Anak yang Baru Jadi Menantu Dedi Mulyadi
-
Sheila Dara Aisha: 5 Film Wajib Tonton Selain Sore: Istri Dari Masa Depan
-
Ternyata Temenan Sama Cewek Bisa Bikin Hidup Lebih Sehat, Ini Alasannya!
-
Terinspirasi dari Cewek K-Popers: Cara Nabung Demi Konser Idola yang Bisa Kamu Tiru!
-
Mood Booster Baru: Peach Oolong Chagee yang Wajib Dicoba Pecinta Milk Tea
Di mata banyak orang, Marina dijuluki sebagai “Ratu Data” karena perannya yang luar biasa dalam membangun dan memimpin industri data center di Indonesia. Ia sukses membawa DCII sebagai pionir dan pemimpin pasar di sektor yang sangat vital dalam era digital ini.
Keberhasilannya di bidang teknologi yang super kompetitif ini bikin Marina jadi inspirasi banyak orang, terutama perempuan muda yang ingin terjun ke industri STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Ia juga dikenal lewat kutipan terkenalnya, "You will never get bored with the tech sector."
Sosok Marina Budiman di Balik Layar
Meski dikenal sebagai miliarder dan pemimpin besar, kehidupan pribadi Marina Budiman tergolong sangat tertutup. Ia tinggal di Jakarta bersama keluarganya, namun tidak banyak informasi yang tersedia tentang suami maupun anggota keluarganya lainnya.
Begitu juga dengan asal usul keluarganya, latar belakang agama, dan suku—semuanya tidak pernah dibuka ke publik. Fokus pemberitaan tentang Marina memang lebih banyak menyoroti pencapaian profesional dan kontribusinya di dunia bisnis serta teknologi.
Latar belakang pendidikannya juga nggak kalah keren. Ia lulus dari University of Toronto, Kanada, jurusan Ekonomi dan Keuangan tahun 1985. Bekal akademik ini jadi fondasi kuat buat karier awalnya di perbankan sebelum akhirnya hijrah ke industri teknologi.
Buat banyak orang, kisah sukses Marina Budiman bukan cuma soal angka kekayaan yang fantastis, tapi juga soal bagaimana kerja keras, visi jauh ke depan, dan kolaborasi bisa membentuk jejak langkah yang luar biasa.
Di tengah perkembangan teknologi yang makin cepat, nama Marina Budiman bisa jadi representasi nyata bahwa perempuan punya tempat penting di dunia digital, bahkan bisa jadi yang terkuat di antara yang kuat.
Lewat dedikasi dan inovasinya, Marina Budiman udah buktiin bahwa dominasi laki-laki di dunia teknologi bukanlah batasan. Sebaliknya, ia tampil sebagai pemimpin, inovator, sekaligus inspirasi yang menunjukkan bahwa masa depan industri digital Indonesia juga ada di tangan perempuan.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?