Dewiku.com - Selena Gomez lagi sibuk banget nih menjelang hari besarnya bareng sang tunangan, musisi Benny Blanco. Rencananya, mereka bakal melangsungkan pernikahan di bulan September 2025.
Tapi di tengah persiapan itu, Selena ternyata tetap nyempetin waktu buat menjalani terapi kejiwaan. Katanya, ini bagian penting dari perjalanan kesehatan mental yang udah lama dia jalani.
Dalam salah satu podcast Therapuss, Selena cerita kalau terapi dan pengobatan jadi hal yang dia percaya banget buat menjaga kesehatan mental.
Meski pernikahan bawa rasa bahagia dan kepastian, dia nggak munafik kalau ada juga rasa tertekan karena sorotan publik dan kesibukan mereka berdua. Apalagi, urusan privasi bener-bener dijaga ketat setelah sempat bocor beberapa detail acara.
Bahkan, Selena sampai mempertimbangkan buat bikin kebijakan “no phone” di hari H nanti. Tujuannya jelas, biar tamu bisa menikmati momen dan menjaga privasi semua yang hadir.
Nah, di balik keputusan-keputusan ini, ada peran besar terapi yang dia jalani buat bikin pikirannya tetap sehat dan emosinya stabil.
Perjalanan Selena Gomez dan Terapi Kejiwaan
Bukan cuma karena mau nikah, motivasi Selena ikut terapi juga berakar dari pengalaman panjangnya menghadapi masalah kesehatan mental. Dia pernah berjuang melawan gangguan bipolar, depresi, kecemasan, sampai psikosis. Di masa-masa terberat, rasa percaya dirinya drop, frustrasi, bahkan sempat kepikiran buat mengakhiri hidup.
Lewat terapi dan pengobatan yang tepat, Selena akhirnya bisa nemuin kejelasan dan kekuatan. Buat dia, terapi itu bukan cuma sekadar ngobrol sama profesional, tapi juga langkah konkret buat melawan rasa cemas dan depresi yang dulu sempat menguasai hidupnya.
Kini, jelang pernikahan, terapi jadi tameng penting buat menghadapi tekanan publik, kesibukan karier, dan dinamika hubungan. Selain itu, Selena juga pengen kasih contoh kalau masalah mental itu bukan aib, dan nggak ada salahnya minta bantuan profesional.
Baca Juga
-
Gisel Selalu Kenalkan Pasangan Baru ke Gempi, Strategi Komunikasi ke Anak yang Bikin Salut
-
Tren Barbie Doll Makeup, Rahasia Look Imut ala Publik Figur yang Lagi Viral
-
Panggung Dangdut Mendadak Romantis Gara-Gara Momen Antara Ayu Ting Ting dan Boy William Ini
-
Bela Anak di Tengah Perceraian, Naluri Ibu Kimberly Ryder Adalah Cerminan Hati Orang Tua Sedunia
-
Kisah Pilu Anak Andre Taulany yang Memohon Agar Orang Tuanya Tidak Bercerai
-
Saat Hubungan Terasa Hambar: Ini 5 Cara Mengatasi Rasa Bosan Biar Cinta Enggak Padam
Cara Terapi Membantu Selena
Buat Selena, terapi jelang pernikahan itu kayak latihan mental. Dia jadi lebih siap mengubah pola pikir dari “aku” ke “kita” bareng Benny. Tekanan publik yang biasanya bikin stres juga bisa dihadapi lebih tenang karena dia udah punya strategi dari hasil sesi terapinya.
Terapi juga bikin dia punya pola komunikasi positif sama pasangan, belajar memaafkan, dan siap menghadapi tanggung jawab baru sebagai istri. Semua ini bikin dia bisa menjaga kebahagiaan sekaligus privasi dalam hubungan mereka.
Jadi nggak heran kalau di tengah jadwal padat dan sorotan media, Selena masih kelihatan bisa senyum dan ngomong terbuka soal prosesnya.
Manfaat Ikut Terapi Kejiwaan Jelang Pernikahan
Terapi kejiwaan sebelum nikah itu punya banyak manfaat, lho. Nggak cuma buat orang yang punya riwayat masalah mental, tapi juga buat siapa aja yang mau lebih siap secara emosional dan mental menghadapi hidup berumah tangga.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Ngebangun komunikasi yang sehat biar saling ngerti sama pasangan.
- Mengelola harapan dan realita, biar nggak gampang kecewa.
- Mengurangi stres dan kecemasan jelang hari H.
- Belajar nilai dan tujuan bersama buat fondasi rumah tangga yang kuat.
- Menyelesaikan masalah sebelum makin besar.
- Punya ruang aman buat ungkapin perasaan.
- Meningkatkan kesiapan mental dan kematangan pribadi.
- Ngebantu membangun kepercayaan dan kemampuan nyelesaiin konflik.
Kalau udah terbiasa ngomongin hal-hal ini sebelum nikah, risiko konflik besar atau bahkan perceraian bisa lebih kecil. Kisah Selena Gomez ini nunjukin kalau persiapan pernikahan bukan cuma soal baju, dekorasi, atau undangan.
Kesehatan mental juga sama pentingnya. Dengan ikut terapi, dia nggak cuma nyiapin diri buat hari H, tapi juga buat kehidupan setelahnya.
Siapa tahu, kisah ini bisa jadi inspirasi buat calon pengantin lain buat lebih peduli sama kondisi mental sebelum masuk ke babak baru hidup mereka.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?