Dewiku.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan cara merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang sangat tak biasa. Saat para pemimpin lain mengibarkan bendera di daratan, Sherly justru memilih untuk melakukannya di bawah laut.
Momen tersebut dibagikannya di media sosial, menampilkan aksinya menyelam dengan busana merah yang dilengkapi "ekor" menyerupai putri duyung.
Ia mengungkapkan bahwa pengibaran bendera di bawah laut ini bukan tanpa alasan. Mengingat 70 persen wilayah Maluku Utara adalah lautan, ia tergerak untuk merayakan Kemerdekaan langsung di samudera terdalam.
Sherly juga mengatakan bahwa perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 RI bisa menjadi momen refleksi mendalam. Bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Dalam captionnya di video yang ia bagikan di media sosial, ia menulis bahwa kemerdekaan adalah keberanian untuk melepaskan segala keraguan dan rasa takut, serta kekuatan untuk bangkit setelah jatuh.
Aksi mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut menjadi simbol bahwa dari titik tergelap sekalipun, kita semua bisa kembali ke permukaan dengan penuh harapan.
Aksi unik Sherly membuat banyak orang penasaran. Lahir di Ambon pada 12 Agustus 1982, Sherly Tjoanda dikenal sebagai sosok yang berpendidikan tinggi. Ia merupakan lulusan jurusan International Business Management dari Universitas Petra Surabaya dan bahkan berhasil merampungkan program double degree di Inholland University, Belanda.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sherly dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia adalah pendiri dan pemimpin Yayasan Bela Peduli, sebuah yayasan yang fokus pada bantuan untuk rumah ibadah, korban bencana, serta dukungan finansial untuk seni dan olahraga di Maluku Utara. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara, yang berdedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Namun, jalan menuju kursi Gubernur tak pernah mudah. Sorotan publik kepadanya semakin besar setelah sang suami, Benny Laos, yang saat itu merupakan calon Gubernur, meninggal dunia karena kecelakaan speedboat.
Baca Juga
-
Barbie Melokal, Pakai Batik Sawunggaling Sambut Hari Kemerdekaan ke-80 RI
-
Gustika Jusuf Pakai Batik Slobog di HUT RI ke-80: Simbol Duka di Tengah Perayaan?
-
Hadiah Spesial dari Istana: Ini Isi Souvenir untuk Tamu di HUT RI ke-80
-
Pernah Hampir Putus Sekolah, Sabrina Chairunnisa Kini Biayai Pendidikan 90 Anak
-
Mahalini Ambil Langkah Berani, Umumkan Hiatus Musik untuk Nikmati Peran Ibu
-
Hasil Masakan Diapresiasi Anak, Nia Ramadhani Malah Nggak Pede: Takut Keasinan?
Tragedi itu menjadi sebuah titik balik. Sherly diutus untuk menggantikan sang suami dalam Pilkada 2024 dan maju sebagai calon Gubernur. Berkat dukungan dan kepercayaan masyarakat, ia berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan 50,69% suara, menjadikannya Gubernur Maluku Utara periode 2025-2030.
Dari seorang filantropis yang peduli hingga pemimpin yang berani menyelam untuk mengibarkan bendera, Sherly Tjoanda menunjukkan bahwa keberanian dan dedikasinya tak terbatas di daratan, melainkan juga di bawah laut.
(Himayatul Azizah)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?