Dewiku.com - Dunia fashion lagi heboh nih! Setelah 37 tahun menjabat, Anna Wintour akhirnya mengundurkan diri dari posisi pemimpin redaksi Vogue Amerika Serikat.
Meski begitu, ia masih akan tetap berperan sebagai direktur editorial global Vogue sekaligus chief content officer di Condé Nast. Pertanyaan besar pun muncul: siapa yang bakal jadi penerus sang Iron Lady fashion dunia?
Nama yang paling banyak disebut adalah Chloe Malle. Bukan orang asing di Vogue, Chloe saat ini menjabat sebagai editor Vogue.com dan sudah sampai tahap akhir wawancara untuk posisi kepala konten editorial Vogue AS. Ia bahkan disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Anna Wintour.
Menariknya, Chloe bukan hanya sosok profesional di dunia mode, tapi juga punya latar belakang keluarga yang nggak kalah populer. Ia adalah putri dari aktris Hollywood Candice Bergen dan sutradara film Prancis Louis Malle. Bisa dibilang, darah seni sudah mengalir sejak lahir.
Pengalaman dan Karier Chloe di Vogue
Chloe Malle bukan nama baru di industri fashion. Ia memulai perjalanan kariernya di Vogue sebagai social editor. Jobdesknya saat itu adalah membuat daftar orang dengan busana terbaik dan meliput berbagai acara sosial. Meski awalnya Chloe mengaku nggak suka pergi ke pesta, pekerjaannya menuntutnya hadir di berbagai event mode dan sosial beberapa kali dalam seminggu.
Seiring waktu, Chloe terus menunjukkan kemampuannya. Kini ia menjabat sebagai editor Vogue.com, posisi yang sangat strategis di era digital. Dari sini, pengaruhnya makin besar dalam membentuk arah konten Vogue di ranah online.
Pengalaman panjangnya di Vogue membuat Chloe jadi sosok yang sangat dikenal staf internal. Bahkan, ia disebut sebagai “favorit staf” karena hubungan baik yang terjalin dengan banyak orang di redaksi. Dukungan internal ini jelas menjadi nilai tambah besar.
Salah satu momen penting dalam kariernya adalah ketika Chloe mewawancarai Lauren Sanchez untuk sampul Vogue, tepat sebelum pernikahannya dengan Jeff Bezos. Proyek ini bukan hanya prestisius, tapi juga menunjukkan posisi penting Chloe dalam produksi konten majalah fashion paling bergengsi di dunia.
Bahkan sekarang, ia sudah masuk ke tahap akhir wawancara untuk posisi kepala konten editorial Vogue AS. Fakta ini memperlihatkan kepercayaan besar manajemen terhadap Chloe, sekaligus menegaskan bahwa ia adalah kandidat paling kuat dibanding nama lain seperti Nicole Phelps atau Eva Chen.
Baca Juga
-
Banyak Artis Lakukan Wedding Vow Renewal, Emang Apa Bedanya Sama Nikah Biasa?
-
Diperiksa KPK, Lisa Mariana Ngaku Pakai Makeup Bekas Kemarin: Gimana Caranya Supaya Nggak Luntur?
-
Bukan Lagi di Paris, Emily in Paris Season 5 Siap Tayang Desember 2025 dengan Petualangan Baru di Italia!
-
ASI Tetap Berkualitas Meski Ibu Kurang Gizi: Bagaimana Tubuh Beradaptasi dan Apa Risikonya?
-
Viral! Curhatan Suami Usai Istri Melahirkan Bikin Warganet Percaya Marriage Is Not Scary
-
Sweet Seventeen Aira Yudhoyono di Rumah Ahmad Dhani, Netizen Salfok Sama Shafeea Ahmad!
Sosok Chloe Malle, Anak Artis yang Rendah Hati
Lahir dari keluarga terkenal, Chloe Malle adalah anak dari aktris Candice Bergen—yang dikenal lewat perannya di serial legendaris Murphy Brown—dan sutradara Prancis Louis Malle. Masa kecilnya dihabiskan di Los Angeles dan New York, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan ke Brown University dengan jurusan sastra komparatif dan menulis.
Sejak kecil, Chloe sudah cinta dengan membaca dan menulis. Passion inilah yang kemudian mendorongnya menekuni dunia jurnalisme mode. Beda dari bayangan orang tentang kehidupan glamor dunia fashion, Chloe justru dikenal lebih suka suasana rumah dan waktu bersama keluarga.
Chloe adalah ibu dari dua anak, dan meski sibuk dengan karier, ia selalu menyempatkan waktu untuk keluarganya. Kehidupan pribadi yang stabil ini membuatnya punya keseimbangan antara dunia fashion yang super sibuk dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Chloe juga dikenal punya pandangan politik yang cukup vokal. Ia termasuk salah satu publik figur yang aktif mengkritik Donald Trump dan kerap menyuarakan opini politiknya secara terbuka.
Tak hanya itu, Chloe juga punya ikatan kuat dengan Prancis. Keluarganya memiliki sebuah manor abad ke-16 di Le Coual, Prancis, yang menjadi lokasi pernikahannya. Hubungan emosional dengan tanah kelahiran sang ayah ini turut membentuk identitasnya sebagai sosok dengan perspektif internasional.
Dengan pengalaman panjang di Vogue, dukungan internal yang kuat, dan latar belakang keluarga seni yang berpengaruh, Chloe Malle jelas punya segalanya untuk menjadi pengganti Anna Wintour. Sosoknya yang profesional tapi tetap membumi membuat banyak orang percaya kalau ia bisa membawa Vogue ke era baru tanpa meninggalkan identitas klasiknya.
Pengumuman resmi siapa yang akan menggantikan Anna Wintour kabarnya bakal dirilis sebelum New York Fashion Week pada 11–16 September 2025. Kalau benar Chloe Malle yang dipilih, ini akan jadi babak baru sekaligus sejarah penting dalam dunia fashion internasional.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?