Dewiku.com - Cara orang menyampaikan pesan bisa bermacam-macam. Ada yang lewat tulisan, musik, bahkan seni rupa. Kali ini, perhatian publik Indonesia justru tertuju pada seniman asal Jepang, Sho Shibuya, yang menghadirkan karya menyentuh hati dengan gradasi merah-putih sebagai simbol tanah air.
Dikutip dari berbagai sumber, karya tersebut terinspirasi dari gelombang demonstrasi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Shibuya mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya pada Sabtu (30/8/2025), tepat sehari setelah tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang ojek online yang tewas akibat kendaraan taktis Brimob. Melalui lukisan itu, ia menyampaikan simpati sekaligus mengundang perhatian dunia pada isu-isu yang tengah terjadi di Indonesia.
Menariknya, Shibuya menggunakan halaman depan The New York Times sebagai kanvas. Dengan gradasi warna merah dan putih yang sederhana tapi penuh makna, ia menyulap media internasional itu menjadi medium ekspresi politik dan empati. Karya ini pun disambut apresiasi luas dari masyarakat Indonesia karena dianggap mewakili kepedulian global terhadap situasi di tanah air.
Siapa Sho Shibuya?
Sho Shibuya lahir di Jepang pada tahun 1984 dan sejak 2011 menetap di New York City. Ia dikenal lewat seri ikonik “Sunrise from a Small Window”, sebuah ritual seni yang ia mulai sebagai bentuk meditasi harian—menangkap ketenangan langit pagi yang kontras dengan berita dunia yang semakin penuh gejolak.
Seiring waktu, karya ini berkembang jadi arsip visual yang bukan hanya menampilkan keindahan matahari terbit, tapi juga menandai momen-momen penting dalam sejarah. Dari situ, Shibuya makin dikenal di panggung seni internasional.
Jejak Karya dan Pameran
Shibuya pernah menggelar sejumlah pameran tunggal, di antaranya:
- 55 SUNRISES (Art Basel Miami x Saint Laurent, Miami, AS – 2022)
- Sunrise from a Small Window: A Selection from 2020 (Isetan The Space, Tokyo – 2022)
Ia juga terlibat dalam berbagai pameran kelompok bergengsi, seperti:
- HEADLINES: Mondo Reale, 23rd International Exhibition Triennale (Fondation Cartier, Milan, 2022)
- E/Motion. Fashion in Transition (MoMu, Antwerp, 2021–2022)
- Fifty Sky Views of Japan (Museum Nasional Tokyo, Fondation Cartier, 2024)
- Yin and Yang: We, Such Fragile (Museum PODO, Korea, 2025–2026)
Lewat karya merah-putihnya, Shibuya membuktikan bahwa seni bisa jadi medium universal untuk menyuarakan kepedulian lintas bangsa. Bagi publik Indonesia, lukisan itu bukan sekadar estetika, tapi juga pengingat bahwa suara rakyat bisa menggema sampai ke panggung dunia.
Baca Juga
-
Adem Liatnya! Aksi Damai Ojol Berikan Bunga dan Pelukan ke Polisi dan TNI
-
Kisruh yang Salah Sasaran, Ketika Rumah Zack Lee Kena Getah Isu Nafa Urbach
-
Hadiri Sidang, Cardi B Justru Keciduk Ketiduran
-
Viral Meme Day 1 Iron Man Hidup Miskin, Ternyata Bukan Punya Sahroni
-
Bukan Karena Jadi Ibu, Ini Culture Shock Pernikahan yang Sering Dialami Perempuan
-
Keponakan Chika Jessica Jadi Korban Salah Pukul Oknum Polisi, Alami Luka dan Trauma!
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian