Dewiku.com - Program Kampus Mengajar telah memberikan dampak dan manfaat positif kepada mahasiswa serta satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Hingga kini, sudah ada lebih dari 145 ribu mahasiswa yang ditugaskan untuk tak kurang dari 32 ribu sekolah penugasan.
Baru-baru ini, kampus Mengajar Angkatan 8 resmi diluncurkan. Rangkaian sosialisasi digelar selama tiga hari berturut-turut secara daring pada 6-8 Mei 2024.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Abdul Haris menyampaikan bahwa Kemendikbudristek meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan 8 Tahun 2024 dengan beberapa pengembangan yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program. Terlebih, salah satu program flagship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini dapat berdampak pada berbagai pihak.
Abdul Haris juga mengatakan, "Bergabung dengan Kampus Mengajar adalah sebuah kesempatan emas untuk aktif berperan dalam dunia pendidikan nasional. Kami yakin partisipasi dalam program ini tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga menjadi sebuah batu loncatan bagi pengembangan beragam kompetensi yang dimiliki mahasiswa."
Hal serupa disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati. Dia mengapresiasi adanya kesempatan bagi mahasiswa vokasi untuk mengikuti Program Kampus Mengajar sejak angkatan ketiga pada 2022 lalu.
"Hasil survei yang dilakukan pada angkatan keenam menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada seluruh aspek kompetensi mahasiswa vokasi setelah mengikuti Kampus Mengajar. Kompetensi mahasiswa dari pendidikan vokasi diketahui setara dengan sarjana, di mana kompetensi ini termasuk kepercayaan diri, kepekaan sosial, manajemen diri, dan kemampuan adaptasi," ungkap Kiki Yuliati.
Kiki Yuliati juga mengimbau kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi (PTPPV) di seluruh Indonesia agar mendorong sebanyak mungkin mahasiswa dan dosen untuk mengikuti Program Kampus Mengajar dalam rangka memperluas wawasan, serta berkontribusi pada pendidikan vokasi dan pendidikan bangsa secara umum di Indonesia.
Iwan Syahril selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah pun memaparkan bahwa mahasiswa secara langsung dapat membantu peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran.
“Melalui program ini, mahasiswa diajak berkolaborasi bersama guru untuk menghadirkan berbagai terobosan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak-anak dan sekolah sasaran,” tuturnya.
Baca Juga
Sementara itu, Kepala Program Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri, menjelaskan bahwa penugasan mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 8 akan dilaksanakan di semester ganjil pada kalender akademik 2024.
Tertarik bergabung? Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 dibuka mulai 6 Mei hingga 2 Juni 2024. Informasi lebih lanjut mengenai Kampus Mengajar dapat diakses melalui tautan https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/mengajar .
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?