Dewiku.com - Kalian pernah dengar kalimat cantik itu relatif? Istilah itu ada benarnya lho, Girls! Jadi ada beberapa suku di dunia yang memiliki kriteria cantik yang nggak biasa.
Jika selama ini cantik identik dengan cewek putih, kulit mulus dan rambut hitam panjang, maka lima suku di dunia ini punya kriteria spesial.
Suku Mursi
Unik, Suku Mursi mengkriteriakan cewek cantik dari piringan besi yang dipasang di bibirnya. Piringan besi yang dipasang sejak remaja ini akan semakin membesar seiring dengan berjalannya waktu.
Mereka menilai kecantikan seseorang belum maksimal jika bibirnya belum dihiasi piringan besi.
Suku Karen
Kalian pasti pernah melihat gambar cewek dengan kalung kuningan yang menumpuk tinggi di lehernya. Suku yang memiliki tradisi tersebut adalah Suku Karen yang dapat di temui di Thailand.
Mereka percaya jika semakin tinggi leher cewek, maka akan semakin cantik mereka terlihat.
Berita gembira buat kamu yang memiliki tubuh berisi, karena ada sebuah suku yang menganggap tubuh gemuk itu adalah simbol kecantikan. Suku yang bernama Mauritania ini menganggap jika ukuran tubuh istri mencerminkan tempatnya di hati sang suami.
Baca Juga
Semakin besar tubuh si istri, maka semakin banyak juga dia menempati hati suaminya, sehingga nggak ada ruang lagi buat cewek lain untuk mengisi hati suaminya. Hmmm, no space buat pelakor ya, Girls!
Suku Himba
Nggak kalah unik dari Suku Mursi, Suku Himba juga punya cara yang unik untuk menilai kecantikan seseorang, yaitu dengan jumlah kepangan di rambutnya.
Yup, cewek Suku Himba dianggap cantik kalau memiliki banyak kepangan di rambutnya. Jumlah kepangan akan berubah menjadi dua buah ketika dia menikah.
Meskipun suku ini nggak pernah mandi dan kepangannya berubah menyerupai rambut gimbal, ternyata cowok di sana nggak terpengaruh lho.
Konon cewek Suku Himba tetap memiliki kulit cantik karena mereka merawatnya dengan mentega khas sukunya yang bernama otjize.
Suku yang bisa ditemui di pulau Kalimantan ini punya kriteria unik untuk dibilang cantik. Mereka punya tradisi untuk memanjang telinga yang disebut dengan Pitarah.
Kini, seiring dengan perkembangan jaman, tradisi Pitarah sudah sulit ditemukan. Meskipun ada, biasanya hanya bisa ditemui pada wanita yang berumur di atas 60 tahun.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?