Dewiku.com - Banyak pasangan yang tidak buru-buru mengakhiri hubungan saat mengalami permasalahan berat. Ketimbang putus, mereka memilih break alias istirahat. Masing-masing pihak dianggap hanya membutuhkan waktu untuk sendiri selama beberapa saat untuk memikirkan solusi terbaik.
Dilansir dari Boldsky, break disebut tidak lebih dari sekedar mitos. Pasangan menjalani hubungan yang menggantung, belum putus tapi sudah merasa seperti single. Break-up is the only myth in a relationship. Kok bisa?
1. Kenangan bersama pasangan tetap melekat dalam ingatan
Masa break terasa begitu mengambang. Kamu mungkin sedang ingin menenangkan diri tapi otakmu tidak bisa benar-benar berhenti memikirkan dia, termasuk segala kesalahannya terhadap kamu.
Pada akhirnya, kamu tidak benar-benar mendapatkan waktu untuk sendiri dan menenangkan diri. Sosoknya masih mengisi hari-harimu. Saat dia ulang tahun, kamu tetap memberinya ucapan selamat dan hadiah dengan cara yang manis meskipun jelas-jelas sedang break. Itulah kenapa break hanya menjadi sebuah mitos.
2. Kamu masih terikat dengan dia
“Kita nggak putus, cuma break.” Hanya kata putus yang membuat hubungan benar-benar berakhir. Jadi saat break, kamu maupun dia sebenarnya hanya memberikan sedikit kebebasan lebih satu sama lain.
Namun, sering kali ini menjadi ambigu. Saat break, bisa jadi ada yang kemudian dekat dengan orang ketiga, dan yang lainnya merasa diselingkuhi. Break itu memang terasa seperti sudah putus, tapi sebenarnya belum.
3. Kalian mencoba tidak terikat secara emosional tapi sering kali gagal
Break itu terlalu samar, tidak jelas ke mana arahnya. Kalian sebenarnya tidak hanya menghentikan hubungan secara fisik sementara, misalnya dengan tidak saling bertemu. Ikatan secara emosional pun harus dikendalikan.
Baca Juga
Sayangnya, ikatan emosi hampir mustahil untuk dihentikan. Kamu masih merasa seperti bisa berbagi emosi. Kamu tetap sedih saat mendengar dia sedang sedih, kamu juga tidak bisa benar-benar cuek saat dia punya masalah. Apanya yang istirahat kalau masih begitu?
4. Cinta tidak akan menghilang
Setelah putus, perasaan cinta belum tentu akan langsung hilang, apalagi kalau cuma break? Apakah ada kata istirahat dalam mencintai seseorang? Pada dasarnya, kamu hanya punya dua pilihan, melanjutkan semuanya atau berhenti dan kembali menata hati.
Demi menyelamatkan hubungan, break mungkin bisa dijadikan pilihan. Tapi kalau waktunya terlalu lama, coba kalian pertimbangkan lagi. Mau sampai kapan punya hubungan yang menggantung?
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?