Dewiku.com - Kata pepatah ''Buku adalah jendela dunia'' mungkin terdengar usang di tengah era digital saat ini. Gimana nggak, karena keberadaan fisik buku mulai tergantikan dengan smartphone.
Kegiatan baca buku pun bagi sebagian orang hanya untuk mereka yang sedang menempuh studi. Padahal, ada alasan baik untuk terus membaca buku, apalagi jika menjadi rutinitas harian. Dilansir dari Inc, berikut alasan ilmiahnya.
1. Membaca buku fiksi membuat pikiran lebih terbuka dan kreatif
Hal ini bukan isapan jempol belaka, sebab sudah ada penelitian yang membuktikannya. Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Toronto, peserta dibagi jadi dua kubu, yakni pembaca cerita fiksi dan esai. Hasilnya, pembaca cerita fiksi lebih berpikiran terbuka dibandingkan dengan para pembaca esai.
2. Orang yang rajin membaca buku hidup lebih lama
Menurut peneliti Yale yang meneliti 3,635 orang yang lebih tua dari 50 dan menemukan bahwa mereka yang membaca buku selama 30 menit setiap hari hidup rata-rata 23 bulan lebih lama daripada nonreaders atau pembaca majalah. Rupanya, praktik membaca buku menciptakan keterlibatan kognitif yang meningkatkan banyak hal, termasuk kosakata, keterampilan berpikir, dan konsentrasi. Itu juga dapat memengaruhi empati, persepsi sosial, dan kecerdasan emosional.
3. Melindungi dari penurunan kognitif
Semakin bertambahnya usianya, otak bakal makin melemah. Oleh karena itu, membaca adalah latihan yang baik untuk otak. Hal itu terlihat dari penelitian Victoria Longitudinal Study yang melakukan penyelidikan jangka panjang penuaan manusia. Ketika menganalisis sampel dari 250 orang dewasa setengah baya dan lebih tua yang diuji tiga kali selama enam tahun, para peneliti menemukan bahwa kegiatan yang melibatkan intelektual bertindak sebagai penyangga terhadap penurunan kognitif.
4. Membaca buku kertas lebih baik untuk ingatan daripada e-book
Penulis Heath Maia Szalavitz mengumpulkan masukan dari beberapa sumber terkemuka yang percaya bahwa mungkin akan lebih sulit untuk mengingat hal-hal yang disajikan secara elektronik, dibandingkan dengan di atas kertas. Ketika kita memegang buku di tangan, kita membuat asosiasi tak sadar dengan kata-kata di atas kertas - di bagian atas atau bawah, kiri atau kanan pada halaman - serta seberapa jauh ke dalam isi buku menurut berapa banyak halaman di tangan kanan versus tangan kiri. Cara ini lebih baik dalam membantu orang mengingat.
Baca Juga
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?