Dewiku.com - Seorang gadis cilik berusia enam tahun membantu menyelamatkan ibunya dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Dia melaporkan kejadian mengerikan itu kepada gurunya.
Kisah ini terjadi di Sheffield, Inggris. Dilansir dari Mirror, bocah berusia enam tahun itu mengungkapkan kepada gurunya dengan bahasa yang sangat lugas khas anak-anak. ''Ayah saya menyakiti ibu saya,'' kata bocah pemberani itu kepada seorang staf guru.
''Ayah saya nakal. Ayah menyakiti ibu dengan birdy wallpaper. Ibu bilang mencintai ayah, tapi ayah terus-menerus menyakitinya,'' ucap anak itu.
Staf yang terkejut pun kemudian menghubungi polisi. Akhirnya, laporan itu berbuah penangkapan Scott Keegans (34) yang selama ini melakukan KDRT terhadap istrinya, Jodie (36).
Jodie mengatakan hidupnya seperti film horor. Pemukulan terhadap dirinya telah berlangsung selama tiga tahun sebelum gadis kecilnya itu menghentikan ulah suaminya.
Hakim kemudian memutuskan Keegans bersalah atas enam tuduhan, yakni terkait penyerangan, pelecehan seksual, dan pemerkosaan. Keegans pun dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun.
Hakim setempat menggambarkan KDRT yang dialami Jodie sebagai kasus paling brutal yang pernah dilihatnya dalam 30 tahun.
Jodi sendiri berkata merasa hidupnya benar-benar akan tamat saat mendapatkan serangan terakhir sebelum suaminya ditangkap. Dia dipukuli dengan benda tumpul selama dua jam. ''Saya pikir ini adalah hari dimana saya akan mati,''
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada 22 Desember 2017 lalu. Jodie melihat raut wajah suaminya berubah seperti tokoh Joker dalam film Batman.
''Sejujurnya saya berpikir saya akan mati. Saya sangat takut dan itu sangat menyakitkan,'' ujarnya.
Baca Juga
Jodie mengungkapkan tindak kekerasan yang dilakukan si suami hanya akan berhenti ketika Keegans lelah dan menyuruh tidur. Namun, esok paginya, kejadian serupa bakal terulang.
Polisi tiba di rumahnya dua hari sebelum Natal. Ibu tiga anak itu lalu melihat satu-satunya kesempatan untuk melarikan diri.
''Saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, menunjukkan kepada dua petugas polisi luka saya dan hanya berkata, saya pikir saya adalah korban kekerasan dalam rumah tangga.''
Jodie memiliki telinga yang robek dan luka patah tulang pada bahu, tulang rusuk, dan tulang belakang. Beberapa bagian tubuh lainnya juga terlihat memar serta diketahui pernah mengalami patah tulang.
Para dokter juga mengatakan kepada Jodie mengenai resiko gagal paru-paru dan organ dalam. ''Saya memiliki 95% memar di tubuh saya dan harus tinggal di rumah sakit selama lima hari selama Natal. Jujur, itu adalah Natal terbaik yang pernah saya miliki (karena bebas dari KDRT),'' ungkap Jodie.
Jodie sendiri menikahi Keegans pada tahun 2009 saat perayaan Halloween. Mereka menggelar pernikahan bertema horor di sebuah pub angker. Dia sendiri berpakaian seperti Corpse Bride.
Jodie berkata pernikahan dengan Keegans awalnya berjalan dengan sangat baik. Dia adalah partner dan ayah yang hebat. Namun sekitar tiga tahun yang lalu, perilaku posesifnya meningkat.
Jodi selama ini merasa terjebak sebelum akhirnya diselematkan oleh bocah pemberani kesayangannya.
''Anak perempuan saya adalah pahlawan super saya karena cukup berani untuk memberi tahu sekolahnya, yaitu ketika support service pertama kali dilibatkan. Dia benar-benar menyelamatkan hidupku,'' kata Jodie.
Tag
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian