Dewiku.com - Di Indonesia, mengikuti kelas balet bukanlah sesuatu yang murah. Namun hal tersebut tidak menghentikan langkah Rebecca Alexandria Hadibroto. Meski berasal dari keluarga miskin, ia berhasil jadi juara di kompetisi balet kelas dunia.
Kisah perjuangan Rebecca itu didokumentasikan dengan apik oleh Jordan Matter, seorang fotografer kawakan yang karyanya sudah melanglang buana di media-media besar dunia seperti BBC dan The Huffington Post.
Dalam video Youtubenya yang berjudul 'Indonesian Ballerina Overcomes Poverty to Win Huge International Competition (Emotional)' mendokumentasikan kisah dan semangat Rebecca menjadi seorang pebalet profesional di usia yang sangat muda
Di usia yang sangat belia, 11 tahun Rebecca berhasil keluar menjadi juara pertama dalam kompetisi Youth America Grand Prix (YAGP).
Rebecca berhasil mengalahkan puluhan kontestan lain dari seluruh dunia sekaligus menjadi satu-satunya dan orang Indonesia pertama yang menjuarai kompetisi internasional ini.
Fyi, YAGP merupakan kompetisi balet bergengsi dan terbesar di seluruh dunia yang diadakan di Amerika. Bagi yang berhasil menjuarai kompetisi ini akan mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melanjutkan sekolah baletnya secara profesional.
Perjuangannya menjadi juara tidaklah mulus. Dalam video berdurasi 6 menitan itu, Claresta Alim selaku pelatih mengungkapkan bahwa Rebecca sering dibully karena kondisi ekonomi keluarganya. Untuk membeli pointe shoes saja ia harus mencari sponsor.
Bahkan pernah suatu ketika teman-teman di sekolahnya membawa bekal yang lezat, ia hanya membawa dua buah kentang rebus. Meski begitu Rebecca tidak pernah mengeluh dan selalu merasa cukup.
Pernah juga Rebecca mengalami kecelakaan bersama ibunya, mereka ditabrak angkot saat berboncengan. Ia mendapat luka serius di kaki kanannya. Butuh usaha ekstra baginya untuk menyembuhkan luka serta memoles lagi keterampilannya dalam menari balet.
''Aku hampir saja menyerah, dan ketika aku ingin menyerah, aku teringat kata orang tuaku : Kalau kamu punya mimpi besar, kamu dapat meraihnya, dan terus berdoa, jadi aku bisa melakukan yang terbaik,'' ungkap Rebecca dalam video tersebut.
Baca Juga
Meski banyak rintangan dihadapi, Rebecca memilih untuk tidak menyerah pada bidang yang dicintainya sejak berusia 2,5 tahun ini. Terbukti, kedisiplinan Rebecca dalam berlatih membawanya memenangkan salah satu kejuaraan dunia di bidang balet.
Semoga kisah Rebecca ini dapat menginspirasi kamu yang sedang merasa pesimis ya!
Tag
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?