Sabtu, 03 Desember 2022
Agung Pratnyawan | Kintan Sekarwangi : Selasa, 08 Januari 2019 | 09:45 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Dewiku.com - Di zaman sekarang ternyata masih banyak terjadi pernikahan di bawah umur. Ada salah satu aktivis perempuan anti pernikahan di bawah umur bernama Sonita Alizadeh. Pengalaman pahit yang ia alami menjadikan dirinya seorang aktivis.

Pernikahan di bawah umur memang masih sering terjadi, khususnya di daerah-daerah terpencil dengan tingkat ekonomi dan pendidikan rendah. Biasanya pernikahan berlangsung karena alasan ekonomi.

Dilansir dari laman Asia Society, pernikahan di bawah umur karena faktor ekonomi ini hampir terjadi pada perempuan muslimah bernama Sonita Alizadeh.

Sonita Alizadeh. (Youtube/Sonita Alizadeh)

Orang tuanya terpaksa harus menikahkan Sonita yang pada saat itu masih berusia 16 tahun karena permasalahan ekonomi.

Pernikahan di bawah umur ini seakan 'menjual' anak perempuan agar keluarganya mendapatkan uang. Ternyata di Afghanistan, masalah ini kerap terjadi.

Menurut penelitian yang dikutip dari Asia Society, 1 dari 10 anak perempuan akan dipaksa untuk menikah di usia yang masih belia.

Tak menyerah begitu saja, Sonita Alizadeh berusaha menolak paksaan itu. Ia melarikan diri ke Iran. Di sana ia pun mengenal musik rap.

Walaupun di Iran, musik untuk wanita dilarang, ia terus mencoba menyuarakan nasib wanita Afghanistan lewat musik.

Sonita Alizadeh. (Youtube/Sonita Alizadeh)

Tahun 2014, ia pun menulis lagu pertamanya berjudul 'Daughter for Sale' yang sekarang populer dengan judul 'Brides for Sale'. Lagu tersebut mencurahkan isi hati Sonita tentang pengalaman pahitnya.

Kemudia ia juga berusaha mendapatkan pendanaan dari organisasi non profit untuk pendidikannya. Pada tahun 2015, ia pun bisa melanjutkan studi ke Amerika setelah mendapat dukungan dari The Strongheart Group.

Di sana Sonita Alizadeh mendapatkan pendidikan formal. Ia pun terus menyuarakan kampanye anti pernikahan usia dini.

Sonita Alizadeh. (Youtube/Sonita Alizadeh)

''Jika saya bisa mengubah pandangan orang tua saya lewat musik, mungkin saya juga bisa mengubah dunia,'' Kata Sonita Alizadeh.

Sekarang ia sudah sering diundang ke acara talkshow seperti Clinton Global Initiative, Aspen Institute, dan The United Nations.

Melalui acara tersebut, Sonita Alizadeh berharap kesadaran tentang masalah ini meningkat. Sehingga pernikahan di usia dini tak terjadi lagi.

BACA SELANJUTNYA

Kesetaraan Gender Bikin Karyawan 3 Kali Lipat Lebih Inovatif, Ini Alasannya