Dewiku.com - Di zaman sekarang ternyata masih banyak terjadi pernikahan di bawah umur. Ada salah satu aktivis perempuan anti pernikahan di bawah umur bernama Sonita Alizadeh. Pengalaman pahit yang ia alami menjadikan dirinya seorang aktivis.
Pernikahan di bawah umur memang masih sering terjadi, khususnya di daerah-daerah terpencil dengan tingkat ekonomi dan pendidikan rendah. Biasanya pernikahan berlangsung karena alasan ekonomi.
Dilansir dari laman Asia Society, pernikahan di bawah umur karena faktor ekonomi ini hampir terjadi pada perempuan muslimah bernama Sonita Alizadeh.
Orang tuanya terpaksa harus menikahkan Sonita yang pada saat itu masih berusia 16 tahun karena permasalahan ekonomi.
Pernikahan di bawah umur ini seakan 'menjual' anak perempuan agar keluarganya mendapatkan uang. Ternyata di Afghanistan, masalah ini kerap terjadi.
Menurut penelitian yang dikutip dari Asia Society, 1 dari 10 anak perempuan akan dipaksa untuk menikah di usia yang masih belia.
Tak menyerah begitu saja, Sonita Alizadeh berusaha menolak paksaan itu. Ia melarikan diri ke Iran. Di sana ia pun mengenal musik rap.
Walaupun di Iran, musik untuk wanita dilarang, ia terus mencoba menyuarakan nasib wanita Afghanistan lewat musik.
Tahun 2014, ia pun menulis lagu pertamanya berjudul 'Daughter for Sale' yang sekarang populer dengan judul 'Brides for Sale'. Lagu tersebut mencurahkan isi hati Sonita tentang pengalaman pahitnya.
Kemudia ia juga berusaha mendapatkan pendanaan dari organisasi non profit untuk pendidikannya. Pada tahun 2015, ia pun bisa melanjutkan studi ke Amerika setelah mendapat dukungan dari The Strongheart Group.
Baca Juga
Di sana Sonita Alizadeh mendapatkan pendidikan formal. Ia pun terus menyuarakan kampanye anti pernikahan usia dini.
''Jika saya bisa mengubah pandangan orang tua saya lewat musik, mungkin saya juga bisa mengubah dunia,'' Kata Sonita Alizadeh.
Sekarang ia sudah sering diundang ke acara talkshow seperti Clinton Global Initiative, Aspen Institute, dan The United Nations.
Melalui acara tersebut, Sonita Alizadeh berharap kesadaran tentang masalah ini meningkat. Sehingga pernikahan di usia dini tak terjadi lagi.
Terkini
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda