lifestyle

Seni Membuat Kue Keranjang, Harus Pakai Perasaan

Membuat kue keranjang nggak bisa sembarangan, harus pakai perasaan.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Sabtu, 02 Februari 2019 | 18:14 WIB

Ketika Imlek datang, kalian pasti hapal dengan kudapan yang satu ini. Yup, kue keranjang! Kue manis legit mirip dodol ini ternyata nggak dibuat sembarangan, lho. Telaten dan pakai perasaan adalah kuncinya. Semua ini diungkapkan langsung oleh Siauw Li Tyen, salah satu pembuat kue keranjang tertua di Jogja.

''Bikin kue keranjang itu harus pakai perasaan. Kalau nggak, kuenya nanti nggak jadi,'' ungkap wanita yang akrab disapa Sulistyowati ini.

Sulis pernah membuktikan sendiri pengalamannya membuat kue keranjang dengan perasaan gelisah.

Baca Juga: Marshanda Sukses Diet, Foto Before - After Kelihatan Beda Banget

Kala itu 6 tahun yang lalu, ayahnya tengah sakit keras tapi Sulis tetap membuka produksi kue keranjang karena tradisi ini sudah berjalan selama puluhan tahun.

Kue keranjang. (Dewiku/Rima Suliastini)

 

Pelanggan yang berasal dari dalam dan luar kota juga sudah menunggu kue keranjang buatan Sulis. Bukan tanpa alasan, kue keranjang Sulis memang legendaris karena masih di produksi dengan cara tradisional.

Baca Juga: Gaya Asnawi Mangkualam di Qatar Curi Perhatian, Sepatunya Nyaris Rp30 Juta

Sayangnya, kue keranjang buatan Sulis saat itu gagal. Kuenya memang terlihat cantik dan matang dari luar tapi bagian dalamnya mentah. Jelas, Sulis tidak bisa menjual hasil produksi yang gagal ini.

Rupanya, tak lama setelah kejadian itu ayahnya meninggal dunia. Saat itulah Sulis baru paham, mengapa kue keranjang buatannya bisa gagal.

Sulis di antara kue keranjang produksinya. (Dewiku.com/Rima Suliastini)

 

''Itulah makanya, kalau buat kue keranjang itu nggak bisa sembarangan,'' ungkapnya yang berkata jika dia kini menghindari hadir dalam acara-acara kematian.

Selain itu, faktor ketelatenan juga memegang peranan penting dalam membuat kue keranjang. Menurut Sulis, kue keranjang yang dibuat 'ngebut' karena kejar setoran nggak akan memberikan hasil maksimal.

Bahkan kue keranjang yang dimasak dengan bahan bakar gas dan minyak tanah akan memberikan rasa berbeda. Oleh karena itu, Sulis tidak berani mengubah resep asli yang diturunkan ibunya. Sulis juga tidak menggunakan mesin dalam proses pembuatannya.

Pegawai Sulis mengukus kue keranjang di dapur tradisional. (Dewiku.com/Rima Suliastini)

 

Dibantu dengan 8 pegawainya, Sulis yang menjalankan bisnis ini dengan adik kandungnya. Mereka mempertahankan pengolahan bahan secara tradisional, termasuk bertahan dengan kompor minyak tanah dan mengadon tanpa mesin.

Baca Juga: Aplikasi My Super Indo Versi Baru Tawarkan Banyak Benefit, Apa Saja?

Wanita yang sudah menunjuk anak perempuannya sebagai penerus usaha kue keranjang ini pun mengatakan jika usaha penganan Imlek tersebut bukan sekedar bisnis. Ini juga tentang bagaimana dia berusaha menjaganya sebagai bagian dari tradisi leluhur.

lifestyle

Marshanda Sukses Diet, Foto Before - After Kelihatan Beda Banget

Sempat pesimis, Marshanda sukses menurunkan berat badan hingga 9 kilogram.

lifestyle

Tebak-tebakan Romantis Bahasa Jawa, Gombalan Lokal Tak Pernah Gagal

Mau merayu pasangan dengan kata-kata manis dalam bahasa Jawa? Berikut deretan tebak-tebakan romantis bahasa Jawa yang bisa jadi referensi.

lifestyle

5 Zodiak Paling Clingy, Pisces Posesif tapi Bikin Gemas

Apa saja zodiak paling clingy dalam hubungan asmara? Berikut beberapa di antaranya.

lifestyle

Jelang Imlek, Simak 5 Shio Paling Beruntung di Tahun Naga Kayu 2024

Sudah cek? Inilah daftar shio paling beruntung di tahun Naga Kayu 2024.

lifestyle

Laporan SiteMinder: Wisatawan Mancanegara Semakin Betah di Indonesia

Laporan SiteMinder Hotel Booking Trends garis bawahi peningkatan kedatangan wisatawan internasional dan masa inap lebih lama di akomodasi Indonesia