Dewiku.com - Pernahkah kamu bangun dengan perasaan sedih atau marah? Kondisi seperti itu tentu membuat bad mood dan dapat memengaruhi kinerja di kantor seharian.
Nah, dilansir dari World of Buzz, sebuah perusahaan di China memiliki cara yang sangat unik untuk menjaga kesejahteraan pekerjanya. Para pekerja hanya perlu memberi tahu atasan mereka bahwa mereka sedang bad mood dan akan diizinkan untuk ambil cuti hari itu. Senangnya lagi, tidak perlu alasan panjang lebar.
Perusahaan tersebut, China Dinosaurus Park, telah menetapkan satu hari libur berbayar per bulan untuk semua pekerja mereka sehingga mereka dapat bersantai dan kembali bekerja dengan semangat tinggi.
Seorang pria bernama Chen yang memimpin serikat pekerja di perusahaan menjelaskan bahwa sebagian besar waktu para pekerja harus berurusan dengan pelanggan di taman dan ini akan mempengaruhi mereka secara negatif.
Jadi ada kebijakan cuti untuk menunjukkan bahwa perusahaan peduli pada pekerjanya dan mencintai mereka.
Awalnya, para pekerja hanya diizinkan untuk mengambil istirahat pendek setiap hari untuk menenangkan diri mereka. Tetapi kemudian perusahaan memutuskan mengizinkan mereka ambil cuti satu hari per bulan untuk menghilangkan stres.
Ia juga percaya bahwa pekerja yang bahagia pasti akan berkontribusi lebih banyak kepada perusahaan.
Wah, perusahaan yang menyenangkan sekali. Apakah kamu juga ingin kebijakan yang sama di kantormu sekarang?
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?