Dewiku.com - Seperti yang kita ketahui, Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk merahasiakan kelahiran anak pertamanya. Selain itu, Meghan Markle juga menolak pose dengan bayinya di depan publik.
Biasanya pasca melahirkan, para ibu dari keluarga Kerajaan Inggris akan melakukan sesi foto untuk publik. Ini sudah dilakukan oleh Putri Diana, Sarah Ferguson, bahkan Kate Middleton juga melaksanakannya hingga kelahiran anak ketiga.
Dilansir dari laman Express, hal ini bukan tanpa alasan. Meghan Markle melakukannya sebagai upaya untuk menjalani rencana menjaga privasi anaknya.
''Yang Mulia telah mengambil keputusan pribadi untuk menjaga rencana kelahiran bayi mereka secara pribadi,'' ungkap Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam pernyataan resmi.
Terkait pengumuman kelahiran anaknya, pasangan kerajaan ini juga telah memutuskan untuk melakukannya saat mereka telah siap dan lebih dulu merayakannya secara pribadi.
Selain menolak berfoto setelah melahirkan, Meghan Markle juga menolak persalinannya ditangani oleh dokter kerajaan.
Meghan Markle akan melahirkan dengan dokter pilihannya sendiri. Namun dalam laporan tersebut, tak disebutkan siapa dokter yang akan menangani proses persalinannya.
Walau begitu, dua dokter andalan keluarga kerajaan, Alan Farthung dan Guy Thrope-Beeston yang disebut terbaik di dunia, kabarnya akan tetap mendampingi proses persalinan Meghan Markle.
Baca Juga
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?