Dewiku.com - Sekolah dasar tentu sudah semestinya memiliki murid anak-anak. Namun, sekolah satu ini berbeda. Mereka mempunyai banyak murid lansia.
Dilansir dari The New York Times, Korea Selatan terlihat seperti sebuah negara yang padat penduduk. Namun, ternyata kondisi tersebut tidak terjadi di beberapa kawasan rural Negeri Gingseng itu.
Penurunan jumlah penduduk secara drastis selama beberapa tahun terakhir. Hal itu bahkan sampai membuat sejumlah sekolah nyaris tidak mempunyai murid.
Selama satu dekade terakhir, angka kelahiran bayi di Korea Selatan merosot tajam hingga dinilai mengancam kelangsungan populasi. Menurut data, perbandingan jumlah bayi dan wanita di Korea pada 1960 berkisar di angka enam bayi per wanita, sedangkan sekarang jumlah rata-ratanya hanya 1,2 bayi per wanita.
Angka saat ini tersebut lebih rendah dari standar, yaitu 2,1 bayi per wanita. Namun, hal ini dinilai masih cukup untuk membantu menjaga jumlah populasi tanpa proses migrasi.
Berkurangnya tingkat kelahiran bayi turut berimbas pada dunia pendidikan di Korea. Sejumlah sekolah terancam tutup akibat tidak memiliki cukup murid.
Salah satunya adalah sekolah dasar Daegu yang berlokasi di kawasan Gangjin. Pada era 1980-an, sekolah ini memiliki 90 murid di masing-masing kelasnya. Namun, sekarang mereka hanya punya total 22 murid.
Itu adalah jumlah keseluruhan murid di sekolah, bukan masing-masing kelas. Bahkan, bangku kelas empat dan lima hanya diisi masing-masing satu orang murid.
Lee Ju Young selaku kepala sekolah mengaku kewalahan dalam mencari murid. "Kami harus keliling desa untuk menjadi satu anak saja yang mau mendaftar sekolah, tetapi tidak ada," papar dia.
Sang kepala sekolah kemudian mempunyai ide unik. Ia memutuskan untuk menerima pendaftaran murid bagi kaum lansia. Keputusan ini rupanya disambut antusias oleh sejumlah warga sekitar.
Baca Juga
Sebanyak delapan nenek berusia 56 sampai 80 tahun mendaftarkan diri sebagai murid di Daegu. Salah satu murid baru di SD Daegu adalah Hwang Wol Geum, nenek 70 tahun yang kini duduk di bangku kelas satu.
Nenek tersebut buta huruf sepanjang hidupnya. Dia jadi mengingat kembali masa kecilnya yang tidak dapat menikmati bangku sekolah karena harus mengurus ternak milik keluarga dan merawat adik-adiknya.
Nenek ini memiliki enam orang anak dan semuanya ia sekolahkan hingga jenjang perguruan tinggi. Saat ditanya mengenai motivasinya untuk masuk sekolah walau sudah berusia lanjut, Hwang Wol Geum pun memberikan jawaban yang membuat haru.
"Saya ingin bisa menulis surat untuk anak-anak saya. Saya sudah memimpikan ini sejak dulu," tutur dia.
Bahkan dirinya mengaku sampai menangis saat tiba hari pertama masuk sekolah. "Saya tidak percaya akhirnya ini terjadi. Memakai tas sekolah sudah menjadi impian saya sejak lama," kata lansia ini.
Terkini
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda