Dewiku.com - Setiap wanita punya pola haid masing-masing. Namun, beberapa mungkin sering mengalami menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dari periode normal sehingga dapat menurunkan sel darah merah secara drastis.
Kondisi itu membuat hemoglobin dan zat besi ikut menurun sehingga rentan mengalami anemia. Untungnya, melansir Hellosehat, berikut sejumlah tips mencegah anemia ketika menstruasi.
1. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi
Zat besi merupakan komponen penting pembentuk hemoglobin di dalam sel darah merah. Fungsinya mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Tanpa asupan zat besi yang cukup, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik.
Demi mencegah anemia saat menstruasi, Anda dapat menambahkan konsumsi makanan tinggi zat besi seperti:
- Sayuran berwarna hijau, misalnya bayam, kangkung, kale, dan brokoli
- Daging merah dan hati
- Kacang kedelai dan olahannya, kacang polong, kacang mede, lentil, serta chickpea
- Biji labu dan quinoa
- Makanan laut, terutama kerang dan tiram
- Bahan makanan lain yang telah diperkaya dengan zat besi
2. Konsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi
Penyerapan zat besi dapat terhambat oleh makanan tinggi kalsium, teh, kopi, serta produk susu. Jadi ketika masa haid, coba batasi konsumsi makanan dan minuman tersebut untuk mencegah anemia.
Sebaliknya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi, seperti:
- Jeruk, lemon, dan buah-buahan sitrus sejenisnya
- Sumber vitamin A seperti paprika merah, wortel, dan aprikot
- Mangga, melon, pepaya, semangka, dan buah-buahan kaya vitamin C lainnya
- Daging ayam dan ikan
3. KB Hormon
Baca Juga
Normalnya, produksi progesteron meningkat beberapa hari sebelum menstruasi. Dinding rahim pun menebal agar siap menopang pertumbuhan embrio. Menjelang menstruasi, jumlah progesteron semakin turun. Dinding rahim kian menipis dan kemudian luruh selama menstruasi.
Nah, ketidakseimbangan hormon bisa menyebabkan rahim menebal secara berlebihan. Akibatnya, Anda mengalami perdarahan menstruasi yang lebih parah sehingga membuat semakin rentan terhadap anemia.
KB hormon membantu mencegah anemia saat menstruasi dengan menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Alat KB yang Anda gunakan mengandung hormon yang dapat menipiskan rahim sehingga Anda tak mengalami perdarahan secara berlebihan.
4. Mengatasi masalah kesehatan yang jadi penyebabnya
Sejumlah masalah kesehatan lain yang menyebabkan perdarahan hebat selama menstruasi antara lain tumor rahim, polip, gangguan fungsi ovarium, penggunaan KB non-hormonal, hingga kanker.
Jika itu belum ditangani, Anda bakal tetap mengalami menstruasi berat yang menjadi pemicu anemia. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendeteksi masalah kesehatan pada tubuh Anda serta bagaimana penanganannya.
Terkini
- Bermula dari Dapur: Mengurai Benang Kusut Masalah Sampah Nasional dari Rumah
- Tren Kecantikan 2026: Dari Biotech Beauty hingga Skincare Berbasis Sains Kian Digemari
- Perempuan Makin Dominan di Panggung Global, Rising Girls dan Plataran Menteng Dorong Kepemimpinan Berbasis Impact
- Manfaatkan Liburan Singkat, Saatnya Kunjungi Transera Waterpark!
- Jangan Salah Warna! Kenali 3 Jenis Taksi Hong Kong Berdasarkan Rute Tujuan yang Dicari
- Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
- Body Care Pertama di Indonesia dengan Bahan Baku Kemangi, Inovasi Baru untuk Kulit Sensitif
- 100 Momfluencer Kumpul di Ramadan, Dari Ngonten Bareng hingga Belajar Finansial
- Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia yang Siap Ramaikan Lebaran 2026
- Glam Meet Up Elzatta: Koleksi Sarimbit Baru Terinspirasi Perempuan Tangguh