Dewiku.com - Beberapa waktu lalu, konten media sosial yang membahas diet one meal a day (OMAD) menarik atensi banyak orang. Metode diet itu dinilai efektif menurunkan berat badan atau memperbaiki kondisi kesehatan tertentu.
Konsep utama diet OMAD adalah membatasi waktu makan cuma dalam satu kali makan besar selama sehari, sedangkan sisa waktu diisi dengan puasa atau konsumsi air dan minuman tanpa kalori.
Walau OMAD punya beberapa manfaat potensial, perlu juga diingat bahwa metode ini tak cocok untuk semua orang dan punya risiko tertentu. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah manfaat diet one meal a day beserta risikonya.
Membantu menurunkan berat badan
Dengan konsumsi makanan cuma dalam satu waktu makan besar, jumlah kalori yang masuk menjadi lebih terkontrol. Pola makan ini bisa membantu menurunkan berat badan karena tubuh membakar cadangan lemak untuk energi selama periode puasa.
Sederhana dan praktis
Konsep OMAD bisa dibilang cukup sederhana dan gampang dilakukan. Ini karena kamu cuma perlu memerhatikan pola makan selama satu kali makan dalam sehari.
Berpotensi meningkatkan kualitas hidup
Diet OMAD membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, dan energi. Selain itu, mereka merasa lebih bebas dari keterikatan makanan sepanjang hari.
Baca Juga
-
7 Cara Ampuh Melawan Kebiasaan Suka Menunda dalam Urusan Kencan dan Hubungan Asmara
-
Info Beasiswa Khusus Perempuan: Amartha STEAM Fellowship, Begini Cara Daftarnya
-
Pahami 4 Hal Ini sebelum Membeli Asuransi Kesehatan, Jangan Gegabah!
-
Hasil Survei: 89 Persen Gen Z Pakai OTT Streaming Platform untuk Menonton Film
-
Brand House Ini Punya Konsep Unik, Ada Bangku Hasil Pengolahan Sampah Plastik
Memperbaiki respons insulin
Puasa intermiten, termasuk OMAD, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah. Ini bermanfaat bagi orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2.
2. Risiko Diet One Meal A Day
Kekurangan nutrisi
Sayangnya, ada risiko kurangnya asupan nutrisi yang penting untuk tubuh. Kalau tak dipantau dengan cermat, ini bisa menyebabkan kekurangan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
Gangguan pola makan
Pola makan buruk dan tidak teratur bisa menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan pola tidur, terutama jika makan besar dilakukan menjelang tidur.
Ketidaknyamanan fisik dan psikologis
Kamu mungkin merasa kelaparan, pusing, atau kelelahan selama periode puasa yang panjang. Ini juga bisaa menyebabkan stres dan masalah psikologis lainnya.
Tak sesuai untuk semua orang
Diet OMAD mungkin tak sesuai untuk orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya gangguan makan, gangguan pencernaan, atau masalah kesehatan lainnya. Wanita hamil, menyusui, atau individu dengan riwayat gangguan makan juga perlu menghindari metode diet ini.
Jika kamu tertarik mencoba OMAD, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Selain itu, perhatikan keseimbangan nutrisi dan kesehatan secara menyeluruh saat menjalani program diet apa pun.
Terkini
- Bermula dari Dapur: Mengurai Benang Kusut Masalah Sampah Nasional dari Rumah
- Tren Kecantikan 2026: Dari Biotech Beauty hingga Skincare Berbasis Sains Kian Digemari
- Perempuan Makin Dominan di Panggung Global, Rising Girls dan Plataran Menteng Dorong Kepemimpinan Berbasis Impact
- Manfaatkan Liburan Singkat, Saatnya Kunjungi Transera Waterpark!
- Jangan Salah Warna! Kenali 3 Jenis Taksi Hong Kong Berdasarkan Rute Tujuan yang Dicari
- Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
- Body Care Pertama di Indonesia dengan Bahan Baku Kemangi, Inovasi Baru untuk Kulit Sensitif
- 100 Momfluencer Kumpul di Ramadan, Dari Ngonten Bareng hingga Belajar Finansial
- Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia yang Siap Ramaikan Lebaran 2026
- Glam Meet Up Elzatta: Koleksi Sarimbit Baru Terinspirasi Perempuan Tangguh