Dewiku.com - Beberapa waktu lalu, istilah quiet quitting ramai dibicarakan di media sosial. Apa itu quiet quitting dan bagaimana tanda seseorang melakukannya?
Fenomena quiet quitting tak terlepas dari hustle culture yang juga sempat jadi sorotan. Banyak orang merasa burnout dengan pekerjaannya, bahkan kelelahan secara mental dan fisik.
Melansir Very Well Mind, banyak karyawan melakukan quiet quitting demi mendapat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi alias work life balance. Lalu, apa saja ciri-cirinya?
Kamu mungkin secara tak sadar juga telah melakukan quiet quitting. Dirangkum dari reader's digest, berikut ciri-ciri quiet quitting yang dapat kamu amati.
Saat seorang karyawan yang dulunya antusias mendadak lebih sering diam setiap ada diskusi, ini bisa jadi salah satu tanda quiet quitting. Itu mungkin saja terjadi secara tiba-tiba ataupun berkala seperti sebuah proses.
Orang-orang yang biasanya semangat menawarkan diri untuk melakukan sesuatu, mungkin juga tiba-tiba cuma akan bergerak saat disuruh saja.
2. Sengaja mengurangi interaksi
Seseorang yang tadinya selalu membaur dengan karyawan lain saat makan siang atau obrolan sore hari tiba-tiba menghilang. Dia juga menghindari datang ke acara apa pun di luar pekerjaan.
Seseorang yang melakukan quiet quitting umumnya bakal mulai berpikir bahwa mereka dibayar hanya untuk bekerja, bukan nongkrong. Jadi, apa pun yang tidak berkaitan dengan pekerjaan bukanlah hal penting dan tidak masalah jika dilewatkan.
Baca Juga
-
Apa Itu Diet GI Rendah? Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan
-
Doa sebelum Memasak, Makanan yang Disajikan Jadi Lebih Berkah
-
5 Zodiak yang Berbakat Jadi Penyanyi, Leo Tak Cuma Modal Suara Merdu
-
Tes Kepribadian: Pilih 8 Hewan Buas Ini untuk Mengungkap Sisi Gelap Dirimu
-
5 Arti Mimpi Bertemu Mantan, Ternyata Bisa Jadi Pertanda Rindu Hari Bahagia
3. Tidak merespons pesan dan panggilan di luar jam kerja
Saat sudah lewat jam kerja, mereka akan dengan sengaja late response jika mendapat pertanyaan seputar pekerjaan atau malah sama sekali tidak mau menjawabnya.
4. Selalu pulang tepat waktu
Orang-orang yang melakoni hustle culture menganggap pulang on times sebagai hal istimewa. Namun, ketika sadar bahwa itu dapat memicu burnout, mereka bakal mulai bertekad meninggalkan kantor tepat waktu dan tidak mau ambil pusing dengan perkataan orang lain tentang hal tersebut.
5. Terkesan mendadak resign
Mereka yang melakukan quiet quitting juga sangat mungkin diam-diam cari pekerjaan baru. Setelah mendapatkan tempat kerja baru, mereka lalu melayangkan surat pengunduran diri yang mungkin mengejutkan rekan kerjanya.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?