Dewiku.com - Beberapa waktu lalu, istilah hedonic treadmill sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Apa itu hedonic treadmill? Bagaimana konsep ini mempengaruhi persepsi dan kepuasan kita terhadap kehidupan?
Hedonic treadmill atau hedonic adaptation merupakan konsep psikologis yang menjelaskan kecenderungan manusia untuk kembali ke tingkat kebahagiaan yang relatif stabil setelah mengalami peristiwa menyenangkan atau menyakitkan dalam hidup mereka.
Hedonic treadmill menggambarkan bahwa kebahagiaan seseorang cenderung hanya berlangsung sementara setelah mengalami sebuah peristiwa.
Misalnya, saat kamu akhirnya bisa membeli sesuatu yang diinginkan sejak lama, kamu mungkin merasa sangat senang dan gembira tapi cuma dalam waktu singkat.
Hal sama berlaku untuk peristiwa menyakitkan, misalnya saat kamu kehilangan orang terkasih atau mengalami kegagalan. Mulanya, kamu mungkin merasa sangat sedih atau putus asa, tapi seiring waktu, tingkat kebahagiaan akan kembali ke titik semula.
Penyebab Hedonic Treadmill
1. Penyesuaian terhadap situasi yang baru
Ini adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan hedonic treadmill. Saat mengalami sesuatu yang baru, baik itu hal positif atau negatif, otak bakal menyesuaikan diri dan mencari keseimbangan kembali.
Contohnya, saat kamu mendapatkan promosi jabatan di tempat kerja, awalnya mungkin merasa senang dan puas dengan prestasi itu. Namun, seiring berjalan waktu, kamu mungkin mulai menginginkan lebih banyak atau malah merasa terbebani oleh tanggung jawab baru yang datang dengan posisi itu. Efeknya, tingkat kebahagiaanmu kembali ke tingkat awal atau bahkan lebih rendah.
Baca Juga
-
Resep Minuman Lemon Madu, Bisa Bantu Meredakan Batuk
-
5 Zodiak Ini Jago Membantu Orang Lain Menyelesaikan Masalah, Andalan Banget!
-
Tes Kepribadian: Apa Sushi Favoritmu? Temukan Maknanya di Sini
-
6 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Ini Maknanya jika Kendaraan Sampai Jatuh dari Tebing
-
Bukan Cuma Menjaga Berat Badan, Ini Alasan Nycta Gina Gemar Olahraga
2. Perbandingan dengan orang lain
Bias perbandingan sosial juga bisa berpengaruh. Ini mengingat seseorang biasanya punya kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain dalam hal kekayaan, prestasi, atau kebahagiaan.
Saat melihat orang lain punya lebih banyak hal, kamu mungkin merasa kurang puas dengan apa yang kamu miliki. Ketika kamu mencapai apa yang didambakan, kamu mungkin mulai membandingkan dirimu dengan orang-orang yang lebih baik lagi sehingga level kebahagiaanmu kembali berada dalam lingkaran yang sama.
Walau begitu, pemahaman akan konsep hedonic treadmill dapat membantumu mengelola harapan dan meningkatkan kualitas hidup. Pahamilah bahwa kebahagiaan tak cuma bergantung pada pencapaian atau akuisisi materi, tapi juga cara setiap orang memandang dan merespon kejadian dalam kehidupan.
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian