Dewiku.com - Isu kesehatan mental tak hentinya menjadi perhatian publik. Semakin banyak orang yang menyuarakan pentingnya memperhatikan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga jiwa.
Topik kesehatan mental nyatanya sudah sering diangkat dalam karya buku maupun film. Sebut saja film Joker (2019), Kim Jin-Young: Born 1982 (2019), dan Ku Kira Kau Rumah (2022).
Di platform baca dan menulis digital Cabaca, buku-buku mengenai isu kesehatan mental juga hadir dari sekian banyak topik yang tersaji. Di antaranya Silver Line of Clouds karya Filzaaf, Hello, Seventeen karya Oepha Im, I Feel Better When I’m with You karya Thierogiara, Sali karya A.R. Rizal, Represi karya Anindityas R.P, hingga The Letter You Left Behind karya Niswahikmah.
Ada pula buku bertajuk Mentally Marshed karya artis Marshanda. Buku ini mengajak pembacanya untuk kembali memikirkan rasa kasih dan bahagia yang bisa didapatkan oleh diri sendiri.
Menurut sang editor buku, Ririn Ayu, Mentally Marshed cocok untuk pembaca yang mengalami krisis kepercayaan diri, merasa dibungkam, pendapatnya tidak pernah didengarkan, dan mendapatkan stigma buruk. Buku ini memberikan pemahaman dari sudut pandang orang yang memiliki mental issue.
"Marshanda mencoba menjelaskan jika tidak perlu merasa malu jika memiliki isu kesehatan mental, karena kita tidak minta dalam keadaan sakit. Selain itu, setelah aku membaca bukunya aku paham jika ada orang-orang yang memiliki perhatian khusus pada kesehatan mentalnya lebih baik mencari pertolongan pada ahlinya. Daripada menyalahkan orang lain yang tidak bisa memahami, coba pahami diri sendiri dengan berkonsultasi ke ahlinya," jelas Ririn Ayu, dikutip dari siaran pers yang diterima Dewiku.com, Jumat (17/11/2023).
Ririn Ayu juga mengungkapkan, Mentally Marshed memiliki kata-kata yang memikat dan powerfull. Jenis kata-kata yang membuat kita memikirkan ulang dan merasa isi bukunya relatable. Penulisannya pun jujur, tidak menggurui, tetapi terkesan bercerita lalu kita akan menemukan kecocokan.
"Kita hidup di era digital yang canggih tapi membuat kita lebih banyak terpapar oleh hal-hal yang membuat cemas. Mudah-mudahan dengan adanya novel berkualitas dengan isu kesehatan mental ini, membuat banyak orang yang mungkin mengalami sesuatu yang kurang nyaman terkait mentalnya tidak merasa sendiri," ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca.
Fatimah Azzahra juga berharap kesadaran untuk berkonsultasi kepada profesional makin meningkat.
"Ngedatengin psikolog atau psikiater itu nggak apa-apa banget," tuturnya.
Baca Juga
-
5 Cara Mencuci Baju Crinkle dengan Mesin Cuci, Pisahkan dari Pakaian Lainnya
-
5 Outfit Dara Arafah, Inspirasi Gaya Perempuan Berhijab
-
Resep Ceker Mercon, Pedasnya Bikin Nagih
-
Moroccan Sunset Intense, Parfum Beraroma Thai Tea: Unik Banget Wanginya!
-
5 Arti Mimpi Gitar: Kalau Malah Dibanting, Maknanya Apa?
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?