Dewiku.com - Kasus kekerasan dalam pacaran yang dialami Rinoa Aurora oleh Leon Dozan tengah disorot publik. Banyak warganet salut dengan keberanian Rinoa Aurora untuk buka suara dan ramai-ramai memberikan dukungan moral.
Psikolog dari Ohana Space, Annisa Mega Radyani., M. Psi., mengungkapkan sejulmah hal yang harus dilakukan korban kekerasan seperti Rinoa Aurora.
1. Ketahui bentuk kekerasan
Sangat penting bagi korban untuk mengetahui dan memahami berbagai bentuk kekerasan yang bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis.
"Penting banget paham kalau kekerasan bentuknya tidak hanya fisik, tetapi juga verbal. Karena seringkali orang merasa bahwa kekerasan verbal bukan kekerasan, padahal bisa banyak banget bentuknya. Bahkan, verbal juga bisa dalam bentuk emosional," ujar Annisa, dikutip dari Suara.com.
2. Diskusi ke orang terdekat
Korban juga disarankan segera menghubungi orang-orang terdekat. Annisa menjelaskan, korban biasanya tidak sadar atau menolak kenyataan bahwa dirinya berada di lingkup kekerasan. Padahal, hal itu bisa berdampak buruk untuknya.
"Kalau merasa, 'Aduh, kayaknya gue enggak boleh ngomong ke orang lain, soalnya orang lain merasa ini salah'. Kalau ada pikiran gitu, sadari kalau kita sudah dalam lingkup kekerasan. Karena orang yang sudah dalam lingkup kekerasan itu nggak sadar atau nggak mau sadar dia dalam lingkaran kekerasan," terangnya.
3. Jaga jarak
Korban juga sangat disarankan untuk menjaga jarak dari pelaku kekerasan. Cari tempat yang aman. Jangan sampai kekerasan terus berlanjut karena korban dan pelaku terus bertemu.
Baca Juga
-
5 Tips Hidup Sehat ala Taylor Swift, Jangan Lupa Santai-Santai saat Weekend
-
Apa Itu Sigma Female? Si Karismatik yang Menyukai Kebebasan
-
Pentingnya Effort dalam Hubungan Asmara, Simak 8 Tips untuk Melakukannya
-
5 Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan, Ternyata Kaya Antioksidan
-
Kafe Ini Sajikan Roti dan Pastry Fresh Setiap Hari, Ada Promo Menarik di Akhir Bulan
4. Kumpulkan bukti kekerasan
Katakan pada pasangan bahwa apa yang dia lakukan termasuk kekerasan. Jika hasilnya nihil atau bahkan semakin parah, cobalah kumpulkan bukti kekerasan untuk tindakan lebih lanjut.
"Misalnya merekam untuk menunjukkan kekerasan yang dimiliki, atau misalnya kalau fisik, tentunya foto diri sebagai bukti sehingga mau memperkarakan atau meminta tanggung jawab itu ada buktinya, dan sebisa mungkin putus," tegas Annisa.
5. Minta bantuan profesional
Sang psikolog juga menyarankan korban untuk mengunjungi profesional. Ini karena apa yang dialami korban jelas bukan hal mudah sehingga sangat wajar jika sampai membutuhkan bantuan dari profesional.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?