Dewiku.com - Beberapa waktu lalu, viral curhatan warganet yang menyebut rekan kerjanya punya obsesi padanya. Si rekan kerja bahkan sampai mengatur kehidupan warganet tersebut dan berlagak seperti kekasih, padahal cintanya sudah ditolak.
Pada kasus lain, seseorang yang terobesi juga bisa menjelma stalker. Orang tersebut mungkin diam-diam memantau semua aktivitas dan pergerakanmu dan tentu saja membuatmu merasa tidak nyaman saat menyadarinya.
Pertanyaannya, perlukah kita melaporkan stalker? Dilansir dari Suara.com, psikolog klinis dan co-founder Ohana Space, Veronica Adesla, mengungkapkan, jika ada orang yang terobsesi berlebihan hingga membuat tidak nyaman, wajib untuk melaporkannya.
Ini karena obsesi berlebihan itu dapat membuat seseorang bersikap mengancam dan merendahkan. Rasa obsesi juga bisa membahayakan diri sendiri. Oleh sebab itu, menurut Veronica, cara yang baik untuk mengatasinya adalah lapor ke pihak berwajib.
"Kalau misalkan batasan tadi sampai pada stalking, kemudian mengutarakan hal-hal yang tidak pada tempatnya atau mengancam atau merendahkan atau kemudian membuat merasa tidak nyaman, maka hal-hal ini itu wajib dilaporkan," ungkap Veronica.
Anda juga sangat disarankan untuk melaporkan orang yang terobsesi karena mereka bisa mengalami delusi. Hal ini membuatnya punya keyakinan yang tak nyata. Itulah mengapa mereka mungkin meyakini bahwa mereka punya kekasih, padahal tidak benar adanya.
"Karena orang obsesi itu kalau misalnya tingkat yang sangat parah, memang berpotensi berbahaya, membahayakan korban. Kemudian bisa jadi muncul delusi, seakan-akan dia adalah pacarnya sehingga ada kepikiran untuk menjadi sosok yang sangat melindungi kita. Padahal dia melakukan hal-hal yang justru membahayakan sebenarnya," terang Veronica.
Salah satu tanda yang paling bisa diketahui adalah bagaimana mereka selalu tahu hal apa yang korbannya lakukan. Artinya, mereka memang terus mengikuti, sehingga wajib diwaspadai.
"Delusi itu keyakinan-keyakinan tidak nyata atau irasional, jadi memang wajib kalau misalnya sudah muncul perilaku-perilaku ancaman atau kemudian stalking, kayak misal, kok dia bisa tahu kita ada di sini. Kalau dia memantau terus segala macam, maka itu wajib untuk dilaporkan," tandas Veronica.
Baca Juga
Terkini
- Bermula dari Dapur: Mengurai Benang Kusut Masalah Sampah Nasional dari Rumah
- Tren Kecantikan 2026: Dari Biotech Beauty hingga Skincare Berbasis Sains Kian Digemari
- Perempuan Makin Dominan di Panggung Global, Rising Girls dan Plataran Menteng Dorong Kepemimpinan Berbasis Impact
- Manfaatkan Liburan Singkat, Saatnya Kunjungi Transera Waterpark!
- Jangan Salah Warna! Kenali 3 Jenis Taksi Hong Kong Berdasarkan Rute Tujuan yang Dicari
- Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
- Body Care Pertama di Indonesia dengan Bahan Baku Kemangi, Inovasi Baru untuk Kulit Sensitif
- 100 Momfluencer Kumpul di Ramadan, Dari Ngonten Bareng hingga Belajar Finansial
- Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia yang Siap Ramaikan Lebaran 2026
- Glam Meet Up Elzatta: Koleksi Sarimbit Baru Terinspirasi Perempuan Tangguh
Berita Terkait
-
Viral Mukbang Hahu Hoheng, Ini Bahaya Fatal yang Harus Diwaspadai
-
CEO WRP Kwik Wan Tien Minta Maaf Soal Viral Cuitan Karyawan yang Tak Dapat Hak Cuti Melahirkan
-
Arti Pick Me Girl yang Viral di Media Sosial, Apa Cuma Aku yang Nggak Tahu?
-
Viral Masak Rendang Pakai Paracetamol biar Daging Cepat Empuk, Ketahui Bahayanya