Dewiku.com - Ketika cantik fisik dan cantik otak diadu, apa bisa jadi perbandingan setara? Tema ini cukup ramai diperdebatkan di media sosial dalam sebuah unggahan di mana ada pembuktian pencapaian prestasi dari seorang cewek yang menurutnya tanpa privilege good looking.
Mengaku nggak lebih cantik dan lebih putih dari cewek lain, dia membagikan nilai-nilai sempurna di banyak mata pelajaran hingga raih peringkat 1 dan jadi juara OSN. Bahkan dia juga pamer skill menggambar yang memang tergolong baik.
Diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman jadi penutup pretasi yang dia raih sebagai bukti pencapaiannya. Tentu hal ini layak dibanggakan karena berasal dari kemampuan diri dan bukan modal penampilan fisik belaka.
Tapi pertanyaan selanjutnya, apakah sebegitu pentingnya membandingkan diri dengan orang lain sampai harus adu cantik dengan konsep yang sebenarnya nggak setara ini? Padahal cantik tetaplah cantik, apa pun embel-embel di belakangnya.
Cantik Fisik Vs Cantik Otak
Memang perdebatan cantik fisik dan cantik otak ini cukup banyak terjadi, bahkan jauh sebelum unggahan seperti tadi muncul di media sosial hingga memancing kontroversi. Beberapa orang malah jadi saling adu argumen tentang cantik mana yang lebih baik.
Cantik fisik, entah itu dari aspek visual menawan, kulit putih, hingga gaya trendi, seringkali jadi definisi good looking yang dianut standar sosial. Meski belakangan juga terjadi pergeseran kalau sebenarnya cantik fisik sendiri juga berarti kecantikan natural khas Indonesia.
Namun, pada hakikatnya cantik fisik yang mengarah pada versi good looking dianggap sebagai bentuk privilege buat cewek. Kalau cewek good looking dianggap mudah masuk circle pertemanan mana pun atau diterima kerja di mana pun.
Di sisi lain, cewek-cewek lain yang sebenarnya juga spesial dan cantik, merasa kalah karena nggak punya privilege good looking meski punya potensi unggul. Pada akhirnya muncul gap baru yang mana cantik otak jadi ‘tameng’ pembelaan.
Cantik otak didefinisikan sebagai pencapaian dan prestasi jalur ‘kepintaran’. Konsep ini mendorong pergeseran mindset kalau cewek cantik itu adalah cewek berprestasi yang otaknya ‘seksi’, bukan sekadar modal fisik.
Baca Juga
-
Ariel Tatum: Punya Uang Malah Dicap Simpanan, Emang Cewek Nggak Boleh Sukses Sendiri?
-
Ngatain Teman Pakai Kata Binatang Bisa Masuk Penjara? Yuk Jaga Mulut, Biar Nggak Kebablasan!
-
Siapa Jacquelyn Chandra? Model Tanah Air yang Rumornya Main di Jurassic World: Rebrith
-
Zodiak Emak-emak Paling Drama: Dikit-Dikit Ngambek, Dikit-Dikit Ceramah
-
Cewek Smart Tahu Batas! Jangan Asal Cerita 3 Hal Ini ke Orang Lain
-
Moon Ga Young Comeback di Law and The City, Yuk Intip Jejak Drakor Populernya!
Ujungnya, seolah ada perlombaan antara cewek cantik fisik vs cantik otak seolah ada ajang adu apresiasi dan butuh pengakuan publik. Padahal, dua-duanya sama-sama cantik, tapi dalam versi masing-masing.
Pentingkah Cantik Fisik dan Cantik Otak Diadu?
Kalau membandingkan berdasar definisi sosial, sebenarnya cantik fisik dan cantik otak punya versi berbeda serta kelebihan masing-masing yang nggak setara buat diadu. Bisa dibilang, adu cantik versi fisik dan otak ini nggak apple to apple.
Cantik fisik sendiri bisa berbeda pemahaman karena sangat dipengaruhi selera orang dalam mengartikannya. Buat beberapa orang mungkin cantik fisik itu cewek tinggi yang berkulit putih dengan penampilan modis dan trendi khas cewek modern.
Tapi, bagi sebagian orang yang lain bisa saja selera cantiknya berada di standar kecantikan natural khas Indonesia. Cantiknya cewek Jawa, cewek Sunda, atau malah cewek Papua yang dikenal punya sisi eksotis.
Dari preferensi selera saja udah beda arti gook looking yang bikin definisi cewek cantik makin beragam dan nggak bisa diadu satu sama lain. Apalagi diadu sama cantik otak yang standar penilaiannya sendiri berbeda jauh.
Bahkan ada juga cewek cantik fisik yang juga cantik otak, lho. Apa masih mau pilih salah satunya juga? Pada akhirnya ego manusia akan lebih memilih cantik dua-duanya sebagai standar ‘the real cantik” yang hakiki.
Jadi, bukankan fenomena cantik fisik dan cantik otak yang diadu udah nggak terlalu penting lagi? Semua tetap sama-sama cantik, apa pun label yang mengikuti di belakang. Percayalah, semua cewek itu cantik dan nggak perlu validasi orang lain.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?