Dewiku.com - Di era medsos yang serba pamer, Gen Z justru punya gaya pacaran yang beda. Kalau dulu pasangan saling mention, spam foto bareng, dan ganti status jadi hal wajib, sekarang tren itu mulai ditinggalkan. Yang lagi naik daun? Soft launch relationship.
Soft launch dalam hubungan itu kayak kode halus. Nggak diumumin ke seluruh dunia, tapi tetap kasih tahu kalau kamu lagi punya someone special. Misalnya, cuma posting foto tangan yang saling genggam, siluet dua orang yang nggak kelihatan wajahnya, atau story bareng tapi tanpa tag akun. Cuek tapi penuh makna.
Kenapa Gen Z Suka Soft Launch?
- Biar Tetap Punya Privasi: Gen Z makin sadar kalau nggak semua hal harus dibagi ke publik. Soft launch bikin hubungan terasa lebih aman, jauh dari drama medsos, komentar nyinyir, atau tekanan dari netizen.
- Belum Siap Diumumkan Sepenuhnya: Kadang, hubungan masih tahap awal atau lagi penjajakan. Soft launch jadi cara aman buat tes ombak—bikin penasaran tapi tetap lowkey.
- Menghindari Malu Kalau Putus: Harus diakui, nggak semua hubungan berakhir bahagia. Jadi daripada pasang foto couple terus ujungnya dihapus semua, soft launch bikin kamu lebih tenang kalau ternyata harus move on.
- Lebih Fokus ke Hubungannya, Bukan Validasi Orang Lain: Gen Z makin paham pentingnya koneksi yang sehat. Fokusnya bukan di jumlah like atau komentar, tapi ke kenyamanan dalam hubungan itu sendiri.
Tanda-Tanda Soft Launch di Medsos
- Foto makanan berdua tapi cuma satu tangan yang kelihatan
- Story siluet bareng, tapi tanpa muka
- Caption ambiguous kayak "best day ever" atau "finally"
- Reels atau TikTok cuma cuplikan kaki berdua jalan
- Foto liburan yang vibes-nya couple banget, tapi tanpa konfirmasi
Soft Launch Bukan Berarti Sembunyi-Sembunyi
Ini yang penting dibedakan: lowkey bukan berarti low effort. Kalau kamu atau pasangan pakai soft launch bukan karena takut ketahuan, tapi emang pengin jaga kenyamanan, itu sehat. Tapi kalau alasan soft launch karena malu atau nggak yakin dengan hubungan, mungkin ada yang perlu dikomunikasikan lebih dalam.
Gimana Kalau Kamu Tipe yang Lebih Ekspresif?
Nggak ada yang salah juga kok. Mau soft launch, hard launch, atau nggak launch sama sekali, yang penting komunikasinya jelas dan dua-duanya nyaman. Soft launch bukan standar kebahagiaan dalam pacaran. Ini cuma cara baru Gen Z mengekspresikan cinta tanpa drama berlebihan.
Setiap pasangan punya gaya sendiri. Tapi gaya pacaran ala soft launch bisa jadi cara Gen Z menjaga hubungan tetap manis tapi nggak harus diumbar ke dunia. Kadang, yang lowkey itu justru lebih langgeng.
Siapa tahu, tangan yang sering nongol di story itu... udah calon masa depan?
Baca Juga
-
OOTD Kekinian Aqeela Calista: 4 Look Fresh Buat Tampil Youthful
-
Jangan Anggap Sepele Kanker Ovarium: Bahaya Sunyi yang Harus Dikenali Sejak Dini
-
Atma Wedana Bali Curi Perhatian Sherina Munaf: Tradisi Lama, Pesan yang Selalu Relevan
-
Menjelang 50 Tahun, Maia Estianty Lebih Pilih Sehat daripada Keren Doang
-
Ditipu Keluarga Sendiri, Farel Prayoga Jadi Bukti: Punya Uang Banyak Tanpa Ilmu Finansial Itu Bahaya!
-
Sinar UV Bikin Rambut Rusak? Cegah dengan 3 Produk Hair Protection Ini!
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian