Dewiku.com - Setiap hari selalu saja ada istilah baru di dunia percintaan. Kali ini, yang lagi ramai di TikTok adalah tren kencan Shrekking. Istilah ini diambil dari karakter Shrek, si raksasa hijau yang jatuh cinta pada Putri Fiona. Kedengarannya manis, tapi ternyata maknanya nggak sesimpel itu.
Shrekking merujuk pada kebiasaan berkencan dengan seseorang yang dianggap “di bawah standar” dengan asumsi kalau kita lebih superior. Harapannya? Kita merasa punya kendali dalam hubungan, dan kecil kemungkinan bakal disakiti. Tapi kalau sudah menurunkan standar dan ternyata tetap disakiti, itu artinya kamu sedang jadi korban Shrekking.
Menurut Amy Chan, pelatih kencan sekaligus penulis buku Breakup Bootcamp: The Science of Rewiring Your Heart, Shrekking bisa bikin kita salah langkah. Ada orang yang sengaja menaruh penampilan di urutan terakhir, berharap daya tarik tumbuh seiring waktu. Sayangnya, ini bisa jadi bumerang—ekspektasi manis bisa berbalik jadi perlakuan yang nggak sesuai harapan.
Nggak sedikit orang di TikTok yang curhat pernah jadi korban tren ini. Mereka berharap diperlakukan baik walau pasangannya bukan tipe idaman. Eh, ujung-ujungnya malah disakiti, padahal sudah berusaha menurunkan standar.
Padahal menurut Emma Hathorn, pakar hubungan di Seeking.com, penampilan nggak pernah bisa menjamin karakter seseorang. Siapa pun yang memperlakukanmu buruk, seharusnya otomatis jadi nggak menarik di matamu, apapun rupanya.
Masalahnya, rasa takut “di-Shrekked” bisa bikin orang jadi enggan membuka diri dengan orang di luar tipe mereka. Ada kekhawatiran akan disakiti, padahal sebenarnya hubungan sehat nggak selalu soal standar fisik.
Kalau kamu terjebak dalam pola ini, para ahli menyarankan untuk mulai mendefinisikan ulang apa yang sebenarnya penting dalam sebuah hubungan. Amy Chan juga menambahkan, jangan terburu-buru mencari pasangan baru setelah disakiti. Lebih baik fokus dulu pada pengembangan diri dan hal-hal positif lain.
Karena pada akhirnya, ketertarikan fisik memang penting, tapi nggak boleh jadi patokan utama untuk memperlakukan seseorang. Tren Shrekking mungkin terdengar lucu karena terinspirasi film animasi, tapi di baliknya ada isu serius soal ekspektasi, harga diri, dan cara kita memandang cinta.
(Himayatul Azizah)
Baca Juga
-
Teh Nggak Cuma Buat Diminum, Kini Jadi Inspirasi Wewangian Anak Muda
-
Tea Amor dan Pistachio Crush, Wangi Manis yang Siap Jadi Favorit Gen Z
-
Lagi Tren, Salon Ini Pakai Daun Pisang untuk 'Bungkus' Rambut: Gimana Hasilnya?
-
Kebijakan Baru Bikin Pusing, Tapi QRIS dan Transportasi Umum Jadi Pengecualian yang Layak Disyukuri
-
Unik Tapi Nyata! Gak Cuma Manusia, Tumbuhan Juga Bisa Kena Diskriminasi Gender
-
Tasya Farasya Coba Sleep Therapy untuk Lawan Insomnia, Hasilnya Bikin Penasaran!
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?