Dewiku.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan rutinitas sehari-hari seorang wanita yang berprofesi sebagai guru. Video tersebut ramai dibicarakan warganet karena dianggap menyentil keluhan Nafa Urbach soal kemacetan, mengingat perjuangan sang guru terlihat jauh lebih berat.
Dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram gosip @lambegosiip, sang guru memulai aktivitasnya sejak pukul 04.05 pagi. Ia bangun lebih awal agar tidak telat, lalu menyiapkan teh untuk suaminya serta perlengkapan kerja hanya lima menit kemudian. Setelah itu, ia melanjutkan rutinitas dengan mandi dan bersiap-siap berangkat.
Tepat pukul 04.26 pagi, wanita tersebut berangkat menuju stasiun dengan diantar suaminya. Sekitar pukul 04.37 ia sudah tiba di stasiun, lalu menunggu kereta tujuan Bekasi untuk transit.
Perjalanan dilanjutkan dengan KRL menuju Stasiun Kampung Bandan via Stasiun Pasar Senen. Menariknya, sepanjang perjalanan, ia memanfaatkan waktu di kereta untuk memejamkan mata sejenak sebelum melanjutkan aktivitas.
Setelah perjalanan panjang, sekitar pukul 05.50 ia tiba di Stasiun Rajawali. Hanya sepuluh menit kemudian, ia pun sudah sampai di sekolah tempatnya mengajar dan mulai menjalani rutinitas sebagai tenaga pendidik.
Menurut mereka, apa yang dijalani guru tersebut justru menjadi bukti nyata betapa banyak orang di luar sana yang rela berkorban waktu, tenaga, hingga kenyamanan demi bisa bekerja dan tetap berkontribusi.
Pernyataan Kontroversial Nafa Urbach, Jadi Bumerang di Publik
Nama Nafa Urbach belakangan kembali ramai dibicarakan. Bukan karena karya atau aktivitas barunya, melainkan lantaran pernyataannya soal tunjangan rumah untuk anggota DPR.
Melansir dari Suara.com, ia mendukung adanya fasilitas rumah senilai Rp50 juta per bulan. Sayangnya, pernyataan tersebut justru jadi bumerang dan memantik sorotan terhadap gaya hidupnya.
Baca Juga
-
Viral Dosen Batalkan Kelas Gegara Taylor Swift Tunangan: Kena Celebrity Worship Syndrome?
-
Drama Finansial Rumah Tangga, Mantan Istri Eks Dirut Taspen Kosasih Bongkar Fakta di Persidangan Korupsi
-
Ketika Jadi Ibu, Emosi Perempuan Ikut Berevolusi: Dulu Lembut Sekarang Galak?
-
Dulu Cuma Game Anak, Sekarang Roblox Jadi Fenomena Global Pop Culture
-
Kebun Binatang Ragunan Berbenah, Bakal jadi Destinasi Wisata Alam yang Modern dan Nyaman
-
Siapa Nicki Nicole, Rapper yang Baru Resmi Jadi Pacar Si Wonderkid Barcelona Lamine Yamal?
Nafa menyampaikan bahwa tunjangan rumah penting untuk efisiensi kerja, apalagi bagi anggota dewan yang berasal dari luar kota. Ia bahkan menyinggung pengalaman pribadinya yang tinggal di Bintaro dan harus menghadapi kemacetan menuju Senayan.
Namun, alih-alih menuai simpati, pernyataannya malah dianggap tidak sensitif. Banyak yang menilai bahwa keluhan itu jauh dari realita kehidupan masyarakat yang juga sama-sama bergulat dengan macet dan biaya hidup tinggi.
Sorotan semakin tajam ketika publik melihat data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Terungkap bahwa Nafa memiliki total kekayaan yang fantastis, lengkap dengan deretan koleksi kendaraan mewah di garasinya.
Hal ini membuat argumennya soal tunjangan semakin dianggap tidak tepat sasaran, bahkan dinilai menyinggung rasa keadilan.
Kritik pun datang bertubi-tubi, terutama dari warganet yang membandingkan kesehariannya dengan rakyat biasa yang tetap berjuang meski tanpa fasilitas sebesar itu.
Banyak yang menilai, sebagai wakil rakyat, sudah semestinya Nafa menunjukkan empati lebih dalam, bukan justru menonjolkan persoalan pribadi.
Menyadari bahwa ucapannya menimbulkan kontroversi besar, Nafa akhirnya buka suara. Lewat unggahan di Instagram Story, ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi.
Nafa menegaskan bahwa dirinya tidak menutup mata terhadap perjuangan masyarakat, dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat di dapilnya.
"Guyss maafin aku yah kalau statement aku melukai kalian. Tapi percayalah aku nggak akan tutup mata untuk memberikan hidup aku buat rakyat di dapil aku sebaik mungkin yang bisa aku kerjakan saat ini," tulis Nafa.
Kontroversi ini pada akhirnya jadi pengingat, bahwa setiap pernyataan publik, apalagi dari seorang wakil rakyat, selalu punya dampak besar. Apalagi di era media sosial, komentar yang dianggap sepele bisa cepat viral dan menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?