Dewiku.com - Oktober selalu jadi bulan istimewa buat perempuan di seluruh dunia—bukan cuma karena warna pink yang mendominasi feed media sosial, tapi juga karena jadi momen pengingat pentingnya Breast Cancer Awareness Month alias Bulan Kesadaran Kanker Payudara.
Nah, tahun ini, CHARM bareng Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali turun langsung ke kampus-kampus di Jakarta buat ngajak para mahasiswi lebih sadar pentingnya deteksi dini lewat kampanye “Ayo SADARI Setelah Menstruasi.”
Kegiatan edukasi ini sudah berjalan selama lima tahun dan tahun ini menyasar lebih dari 1.000 mahasiswi dari berbagai universitas di Jakarta.
Nggak cuma belajar soal cara periksa payudara sendiri yang benar, para peserta juga dapat insight langsung dari para ahli, salah satunya dr. Agus Sutarman SpB. Subsp Onk (K) yang menegaskan bahwa kanker payudara bisa disembuhkan—asal dideteksi sedini mungkin.
“Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, bahkan yang masih muda. Karena itu, penting banget untuk melakukan SADARI secara rutin, 7–10 hari setelah menstruasi pertama,” ujarnya.
SADARI alias Periksa Payudara Sendiri memang jadi langkah paling sederhana tapi krusial untuk kenal tubuh sendiri dan mendeteksi perubahan sedini mungkin. Menurut dr. Agus, dengan kebiasaan ini, para perempuan bisa jadi “agen perubahan” buat saling mengingatkan satu sama lain.
Dari sisi brand, Sri Haryani, Direktur Unicharm Indonesia, menjelaskan bahwa kampanye ini sejalan dengan semangat CHARM untuk mendukung perempuan mengekspresikan diri tanpa batas.
“Karena SADARI dilakukan setelah menstruasi, kami merasa penting mengingatkan perempuan lewat produk yang paling dekat dengan keseharian mereka. Tahun ini, logo Ayo SADARI Setelah Menstruasi juga akan muncul di berbagai kemasan CHARM,” jelasnya.
Selain edukasi tentang deteksi dini, acara ini juga dilengkapi sesi seru tentang cara memilih pembalut yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Melalui kampanye ini, CHARM dan YKPI berharap makin banyak perempuan muda Indonesia yang sadar pentingnya mengenal tubuh sendiri, nggak takut memeriksa diri, dan berani ambil langkah lebih cepat untuk menjaga kesehatan payudaranya.
Baca Juga
-
Double Date, Cara Seru Menjaga Cinta Sekaligus Pertemanan
-
Inspirasi Self-Love dari Ellie Goldstein, Model Hebat Pengidap Down Syndrome
-
Logo Besar? No Thanks. Gen Z Pilih Brand yang Punya Cerita
-
Ketika Usia Jadi Label: Cerita Para Desainer Perempuan yang Menolak Tunduk pada Ageism
-
Stres karena Kerjaan Banyak? Coba Luangkan Waktu dengan Menarik Napas Saat Berada di Perjalanan
-
Bukan Hilang, Cuma Berubah: Menemukan Kembali Jati Diri Setelah Jadi Ibu
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian