Dewiku.com - Logo besar dan kemewahan mencolok sudah bukan lagi impian utama bagi Gen Z. Mereka kini lebih tertarik pada brand yang punya cerita, makna, dan nilai di balik setiap produknya.
Bagi mereka, kemewahan bukan lagi soal seberapa mahal barang yang dipakai, tapi seberapa tulus brand tersebut menunjukkan keaslian, keberlanjutan, dan pesan yang relevan dengan kehidupan mereka. Inilah era baru di mana Gen Z menolak pamer logo dan memilih gaya yang lebih autentik — luxury with purpose.
Karena itu, banyak rumah mode besar mulai mengubah cara bermain. Transparansi, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial kini jadi kata kunci. Brand yang berani tampil jujur, apa adanya, dan punya dampak nyata di dunia nyata — justru terlihat lebih “keren” di mata generasi ini.
Keaslian adalah mata uang baru. Gen Z ingin melihat brand yang tidak hanya menjual citra, tapi juga memiliki hati dan tujuan. Dari penggunaan bahan daur ulang hingga kampanye yang mendukung kesetaraan dan inklusivitas, semua langkah itu memperlihatkan bahwa kemewahan kini bisa berdampak, bukan sekadar bergengsi.
Media sosial pun memainkan peran penting. TikTok, Instagram, dan YouTube bukan cuma etalase digital, tapi ruang dialog antara brand dan audiens. Di sana, Gen Z ingin melihat narasi yang autentik, bukan promosi kaku. Itulah kenapa kolaborasi dengan kreator muda jadi kunci: mereka membawa cerita yang lebih relevan dan membumi.
Menariknya, Gen Z tetap menyukai rasa eksklusif — tapi eksklusivitas versi mereka berbeda. Bukan soal siapa yang mampu membeli, melainkan siapa yang benar-benar memahami makna dan ide di balik karya tersebut. Koleksi terbatas hasil kolaborasi antara desainer dan seniman muda kini justru jadi simbol prestige baru.
Dunia luxury sedang bertransformasi. Strategi lama yang hanya menjual kemegahan visual tanpa nilai sosial terasa basi di mata generasi ini. Bagi Gen Z, kemewahan sejati adalah perpaduan antara gaya dan kesadaran, antara keindahan dan tanggung jawab.
Ke depan, masa depan brand mewah akan ditentukan oleh seberapa dalam mereka memahami nilai dan aspirasi generasi muda ini. Keaslian, kreativitas, dan tanggung jawab sosial bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Karena di mata Gen Z, kemewahan yang sesungguhnya bukan tentang memiliki lebih banyak — tapi tentang memiliki makna yang lebih dalam.
(Clarencia Gita Jelita Nazara)
Baca Juga
-
Inspirasi Self-Love dari Ellie Goldstein, Model Hebat Pengidap Down Syndrome
-
Capek Padahal Nggak Ngapa-Ngapain? Mungkin Energi Kamu Habis karena Hal-Hal Sepele Ini
-
Ketika Usia Jadi Label: Cerita Para Desainer Perempuan yang Menolak Tunduk pada Ageism
-
Stres karena Kerjaan Banyak? Coba Luangkan Waktu dengan Menarik Napas Saat Berada di Perjalanan
-
Bukan Hilang, Cuma Berubah: Menemukan Kembali Jati Diri Setelah Jadi Ibu
-
Usia Setengah Abad Tak Jadi Batasan, Krisdayanti Siap Wakili RI di Kejuaraan Wushu China!
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?