Rabu, 18 Februari 2026
Vania Rossa : Rabu, 18 Februari 2026 | 16:25 WIB

Dewiku.com - Overthinking sering muncul ketika pikiran terjebak pada skenario terburuk—takut gagal, menyesal atas masa lalu, atau cemas terhadap masa depan yang belum tentu terjadi. Pikiran terasa berputar tanpa henti, menguras energi, dan membuat sulit fokus pada hal yang sedang dijalani.

Di tengah kondisi itu, manifesting kerap disebut sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan pikiran. Praktik ini pada dasarnya mengajak seseorang untuk mengarahkan fokus pada harapan, tujuan, dan kemungkinan yang lebih positif. Ketika pikiran dilatih untuk membayangkan hal-hal baik yang realistis, intensitas pikiran negatif perlahan bisa berkurang.

Peran Afirmasi Positif

Salah satu elemen penting dalam manifesting adalah afirmasi positif. Kalimat sederhana seperti, “Aku mampu mengendalikan pikiranku” atau “Aku bisa menghadapi situasi ini dengan tenang” mungkin terdengar sepele, tetapi jika diulang secara sadar dan konsisten, afirmasi dapat membentuk dialog batin yang lebih sehat.

Seiring waktu, pola pikir yang semula dipenuhi kekhawatiran dapat tergantikan oleh cara pandang yang lebih rasional dan suportif terhadap diri sendiri. Ini bukan soal mengabaikan masalah, melainkan membangun respons mental yang lebih stabil.

Visualisasi dan Efek Menenangkan

Selain afirmasi, visualisasi juga menjadi bagian penting dalam manifesting. Membayangkan diri berada dalam situasi yang aman, damai, dan berhasil melewati tantangan dapat membantu tubuh lebih rileks. Ketika tubuh lebih tenang, pikiran pun cenderung mengikuti.

Respons ini terjadi karena tubuh dan pikiran saling terhubung. Ketegangan mental sering kali disertai dengan ketegangan fisik. Dengan membayangkan kondisi yang menenangkan, sistem saraf dapat menjadi lebih stabil, sehingga overthinking tidak terlalu mendominasi.

Hal yang Perlu Dipahami

Meski memiliki manfaat, manifesting bukan solusi instan untuk menghilangkan overthinking sepenuhnya. Praktik ini bukan berarti menutup mata terhadap realitas atau memaksa diri untuk selalu berpikir positif.

Overthinking adalah respons emosional yang wajar, terutama saat seseorang menghadapi tekanan atau ketidakpastian. Jika manifesting dilakukan tanpa pemahaman yang tepat, justru bisa memunculkan tekanan baru. Misalnya, muncul rasa bersalah ketika hasil yang diharapkan belum tercapai, atau merasa gagal karena “tidak cukup positif”.

Padahal, tujuan manifesting seharusnya adalah menciptakan keseimbangan pikiran, bukan memaksakan kesempurnaan.

Bagi individu dengan tingkat kecemasan yang tinggi, manifesting sebaiknya dijadikan sebagai pelengkap, bukan satu-satunya cara. Dukungan lain seperti berbicara dengan orang terpercaya, menulis jurnal, meditasi, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional tetap penting untuk dipertimbangkan.

Cara Menggabungkan Manifesting dengan Pengelolaan Pikiran

Agar benar-benar membantu, manifesting perlu dilakukan secara realistis dan konsisten. Mulailah dengan tujuan sederhana, seperti membangun rasa tenang, meningkatkan kepercayaan diri, atau belajar menerima ketidakpastian.

Mengombinasikan manifesting dengan kebiasaan menulis jurnal dapat membantu menyalurkan pikiran yang berlebihan sekaligus memperjelas emosi yang dirasakan. Latihan pernapasan dan mindfulness juga dapat memperkuat efek menenangkan karena membantu seseorang lebih hadir pada saat ini, bukan terjebak pada skenario yang belum tentu terjadi.

Yang tidak kalah penting, beri ruang bagi diri sendiri untuk merasakan emosi negatif tanpa menghakimi. Merasa cemas, takut, atau ragu bukan berarti lemah. Manifesting bukan tentang menghindari perasaan tidak nyaman, melainkan menyeimbangkan pikiran agar tidak terus-menerus dikuasai kecemasan.

Manifesting dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi overthinking dengan membentuk pola pikir yang lebih positif dan suportif. Namun, praktik ini bukan solusi tunggal. Ia perlu disertai dengan pengelolaan emosi yang sehat dan kesadaran diri.

Dengan pendekatan yang tepat, manifesting bisa menjadi alat pendukung untuk menciptakan pikiran yang lebih tenang—bukan untuk menghapus kecemasan sepenuhnya, tetapi untuk menghadapinya dengan lebih dewasa dan terkendali.

(Clarencia Gita Jelita)

BACA SELANJUTNYA

Overthinking Bikin Capek, Gimana Kalau Energinya Dipakai Buat Bahagiain Diri Sendiri?