Dewiku.com - The Body Shop belakangan jadi perbincangan gara-gara diduga bangkrut. Brand kecantikan ini mengumumkan penutupan seluruh gerainya di Amerika Serikat per 1 Maret 2024. Sebelumnya, brand asal Inggris yang juga eksis di Indonesia telah menutup 33 dari 105 tokonya di Kanada.
Kabar ini tentu mengejutkan banyak orang, terutama para beauty enthusiast. Pasalnya, sejak pertama kali didirikan pada 1976 oleh aktivis hak asasi manusia dan lingkungan hidup Anita Roddick, produk-produk The Body Shop telah mencuri hati jutaan perempuan di dunia.
Melansir Suara.com, berikut beberapa produk kecantikan The Body Shop yang begitu ikonik dan jadi favorit banyak orang.
1. White Musk
Selain parfum, White Musk hadir dengan varian lainnya, termasuk body bath, deodorant, dan body lotion.
2. Vitamin E
Rangkaian produk vitamin E terdiri dari pembersih wajah, toner, krim mata, serum, krim pelembap kulit wajah, scrub, masker, hingga face mist.
3. Drops of Youth
Baca Juga
Begitu diluncurkan, Drops of Youth mendapat sambutan luar biasa di berbagai negara. Tak heran jika berhasil jadi produk best seller.
4. Tea Tree
Rangkaian produk Tea Tree terus berinovasi dan menjadi semakin lengkap, mulai dari produk pembersih wajah, perawatan, sampai BB Cream khusus kulit berjerawat.
5. Body Yogurts
Body Yogurt mengandung hyaluronic acid yang bermanfaat membantu melembapkan dan mencegah kulit dehidrasi, terutama kulit kering dan sensitif.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?