dewiku.com - Penasaran dengan pengalaman mereka yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka? Buku "Rihlah di Bumi Pasundan" karya Soni Putra Sakti bisa jadi pilihan tepat.
"Antusiasme yang tinggi dari mahasiswa terjadi karena banyaknya cerita baik dan dampak dari pembelajaran yang inovatif yang berfokus pada minat," ungkap Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani saat melepas ribuan mahasiswa peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 4 pada awal Februari lalu, dilansir dari siaran pers yang diterima Dewiku.com.
"Rihlah di Bumi Pasundan" merupakan pengemasan cerita petualangan mahasiswa peserta program PMM Angkatan 3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat. Sang penulis meringkas kesan dan bagaimana mahasiswa dari seluruh nusantara merasakan tantangan, keberagaman, dan toleransi dalam satu waktu.
"Membagikan pengalaman serta pengenalan baik wisata, budaya, dan keanekaragaman selama mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka," ucap Soni.
"Melalui buku ini semoga mahasiswa khususnya peserta PMM 4 yang saat ini sedang berjalan dapat terinspirasi dan termotivasi untuk berkarya serta berkreasi," imbuhnya.
Buku "Rihlah di Bumi Pasundan" menjadi saksi bahwa perjalanan merupakan kesempatan berharga untuk memahami budaya dan lingkungan sekitar.
"Melalui pengalaman langsung, kita dapat merasakan keunikan setiap tempat, bertemu dengan orang-orang lokal, dan menjelajahi tradisi serta kehidupan sehari-hari yang mungkin berbeda dari kita," papar Soni.
Dia juga mengatakan, "Ini membuka pikiran kita untuk menghargai keanekaragaman dunia dan memperluas pemahaman tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Maknanya pengalaman tidak akan ada tanpa adanya perjalanan, dan pengalaman itu sangatlah berharga."
Terkini
- Kenalan dengan Top 16 Zetrix Miss Universe Indonesia 2025, Angkat Keberagaman Kecantikan
- 15 Marketers Lintas Industri Ngumpul Bareng, Bahas Masa Depan Marketing di Era AI
- Mengintip Tren Kecantikan dan Fashion di BRI The BFF Festival 2025, Ada Apa Saja?
- Wajah Baru SIPA 2025: Patricia Arstuti, Representasi Gen Z yang Kreatif dan Peduli Budaya
- Morning Flow: Yoga Pagi di Alam Terbuka, Cara Baru Mulai Hari dengan Lebih Segar
- Mencari Semar: Teater Koma Hadirkan Lakon yang Imersif dan Penuh Makna
- Tradition Meets Couture: Saat Mbok Jamu Melangkah ke Panggung Runway
- Puluhan Ribu Anak Ikut Seru-Seruan di Festival Hari Anak 2025: Dari Dongeng Ariel NOAH Sampai Ketemu Dinosaurus!
- Cewek & Komunitas K-pop Lokal: Nggak Cuma Fangirling, Tapi Juga Bikin Aksi Sosial!