Dewiku.com - Tanggal pernikahan Tasya Kamila dan Randi Bachtiar sepertinya sudah semakin dekat. Keduanya terlihat mulai disibukkan dengan berbagai persiapan acara pernikahan, termasuk sesi foto prewedding.
Tasya Kamila dan Randi Bachtiar mengusung konsep adat Minang dalam sesi foto prewedding mereka. Konsep tersebut barangkali dipilih karena menyesuaikan daerah asal calon mempelai pria. Randi memang bermukim di Bandung, tapi dia sebenarnya berasal Batam, Kepulauan Riau.
Kira-kira seperti apa ya hasil foto prewedding mereka? Menggandeng fotografer cantik, Diera Bachir, Tasya dan Randi pasti tampak begitu mempesona.
1. Tasya mengenakan gaun panjang berwarna coklat pastel dengan aksen keemasan. Dia tampak mengenakan hiasan kepala emas di kepalanya. Aksesori tersebut merupakan salah satu ciri khas adat Minang.
2. Tasya dan Randi nampak mengenakan baju pakaian khas adat Minang.
3.. Masih dengan konsep adat Minang, Tasya dan Randi memilih warna merah untuk kostum kedua. Terlihat sangat elegan kan? Kali ini, hiasan kepala yang dikenakan Tasya terlihat lebih besar. Sedangkan Randi menggunakan deta, penutup kepala untuk pria khas Minang.
Gimana, Girls? Konsep prewedding mereka inspiratif banget ya!
Artikel ini sudah dipublikasikan di Matamata.com dengan judul 7 Potret Pre-Wedding Tasya Kamila-Randi, Gunakan Adat Minang
Baca Juga
Terkini
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta