Dewiku.com - Seorang influencer biasanya ingin tampil keren di setiap kesempatan untuk konten media sosialnya. Termasuk influencer asal Australia, Newsha Syeh.
Sayangnya, akibat mengenakan gaun yang dianggap terlalu seksi, ia diusir dari Museum Louvre di Paris.
Dilansir dari Unilad, ia menceritakan keluh kesahnya lewat Instagram tentang pengalaman kurang menyenangkannya itu.
Menurut Newsha, ia diberhentikan petugas keamanan museum karena bajunya yang terlalu seksi. Memang saat itu, Newsha memakai gaun hitam panjang transparan, yang menampilkan lekuk tubuhnya dengan belahan dada rendah.
''Kemarin di Louvre, aku diberhentikan di pintu masuk oleh keamanan karena bajuku. Dia seperti jijik dan menunjukkan gestur yang buruk pada tubuh serta ekspresi wajahnya,'' tulis Newsha dalam Instagram Storiesnya.
''Ia menyuruhku untuk menutup tubuhku dengan matanya yang penuh kebencian menghentikanku untuk masuk,'' lanjutnya.
Mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, Newsha sakit hati dibuatnya. Ia pikir peraturan itu sudah kuno dan pihak Museum Louvre sudah tidak memberlakukannya.
Tidak ada kode berpakaian yang tercantum di situs web museum, tetapi peraturan pengunjungnya menyatakan bahwa dilarang untuk 'memakai baju renang atau telanjang, bertelanjang kaki atau telanjang dada.'
Newsha pun harus berbalik arah dan tidak punya kesempatan untuk melihat lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci yang terkenal itu.
Baca Juga
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?