Dewiku.com - ASOS nampaknya tidak ingin berhenti merilis produk yang mengundang kritik netizen. Peritel fesyen tersebut baru-baru ini menjual Collusion Everyone Together Unisex hoodie dengan pita reflektif.
Hoodie ini ditujukan untuk dikenakan couple alias pasangan kekasih. Hanya saja, netizen mengkritik dan mencibir jika mereka mengenakan hoodie itu, mereka jadi merasa seperti akan pergi dan membangun beberapa rumah alias pekerja konstruksi.
Bagaimana tidak? Hoodie ini mirip seperti seragam oranye dengan pencahayaan pantulan garis abu-abu yang biasa kita lihat dipakai oleh pekerja konstruksi atau petugas keamanan.
Hoodie ini tak disertakan corak atau tambahan detail apapun. Belum lagi pilihan warna oranye yang super mirip para pekerja itu.
Karena itulah, koleksi ASOS jadi bahan perbincangan di media sosial. Beberapa orang mengatakan siapa yang mau beli baju couple seperti itu.
Netizen juga mempertanyakan harga pakaian yang dapat dibeli dengan harga yang jauh lebih murah di situs web khusus konstruksi.
Fyi, hoodie ini dijual dengan harga 30 poundsterling atau sekitar Rp561 ribuan. Kamu tertarik beli?
Sayangnya, jika kamu menginginkannya tapi dalam warna lain, mereka hanya menyediakan warna oranye saja.
Ini tentu bukan pertama kalinya ASOS keluar dengan kreasi yang kontroversial, awal bulan ini mereka merilis gaun yang digambarkan menyerupai kantong sampah.
Baca Juga
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?