Dewiku.com - Sudah lebih dari seminggu, Traditional Arts and Ethnology Centre (TAEC) di Luang Prabang, Laos mengungkapkan bahwa koleksi Max Mara yang baru memuat desain milik kelompok etnis Oma tanpa izin.
Dilansir dari Next Shark, seperti yang ditunjukkan TAEC, desain Oma secara tradisional digunakan di jilbab, jaket dan penutup kaki. Namun, Max Mara hanya menggunakan desain ini dalam koleksi mereka tanpa mengakui bahwa desain berasal dari kelompok Oma.
Setelah berhari-hari keheningan, akhirnya label mode asal Italia itu dilaporkan menanggapi salah satu kritik yang menuntut Max Mara untuk merobek desain dari kelompok etnis Laos.
Etnis Oma dengan dukungan dari TAEC, sebelumnya telah menuntut Max Mara untuk tidak hanya menarik lini pakaian dari toko fisik dan onlinenya, tetapi juga membuat komitmen publik untuk tidak menjiplak desain budaya di masa depan.
Max Mara memilih untuk tidak membuat pernyataan publik mengenai masalah ini dan malah menghubungi TAEC secara pribadi untuk menurunkan tudingan mereka.
''Sayangnya, mereka tidak mengakui kesalahan, juga tidak berkomitmen untuk mengakui Oma atau memenuhi permintaan kami untuk memperbaiki situasi ini. Bahkan, mereka telah menginstruksikan kami untuk menghapus postingan Facebook kami tentang masalah ini,'' ungkap pihak TAEC.
Karena Max Mara meminta untuk ''merahasiakan'' pesan mereka, TAEC memutuskan untuk mengirim tanggapan mereka sendiri terhadap pesan tersebut.
Setelah memperhatikan bagaimana tanggapan Max Mara hanyalah akibat dari tekanan netizen, TAEC mengulangi tuntutannya akan permintaan maaf publik, komitmen untuk tidak membuat kesalahan yang sama, dan penghapusan segera garis kontroversial dari toko fisik dan situs web online mereka.
Kelompok ini juga telah membuat petisi online melalui Change.org dalam upaya untuk membuat pernyataan kolektif langsung ke CEO Max Mara Luigi Maramotti.
Sampai artikel ini naik, belum ada penyelesaian nyata yang dilakukan Max Mara. Mari kita tunggu perkembangan kasus ini!
Baca Juga
Terkini
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari