Dewiku.com - Program diet sepertinya paling sering masuk ke daftar resolusi hidup setiap kali menyambut tahun baru. Ada banyak jenis diet yang bisa dipilih. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang diet pegan?
Diet pegan diprediksi bakal jadi tren diet 2019. Dilansir dari Huffington Post, diet ini dikenalkan pertama kali oleh Dr. Mark Hyman dengan menggabungkan prinsip-prinsip utama dari diet paleo dan pola makan vegan.
Diet paleo sendiri merujuk pada kebiasaan makan banyak buah-buahan, makanan laut, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Pada dasarnya, kamu disarankan menghindari makanan olahan.
Di sisi lain, diet vegan menghindari produk hewani termasuk turunannya.
''Para pengikut diet pegan harus menghindari susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan,'' kata Chloe Hall, Ahli Gizi di Dorset Healthcare University NHS Foundation Trust.
Chloe Hall menerangkan, pelaku diet pegan akan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, bahkan hingga sekitar 75 persen dari asupan harian. Diet ini juga menekankan pentingnya mengonsumsi lemak dari kacang-kacangan dan biji-bijian.
Tak seperti pelaku diet vegan murni, diet pegan tetap diperbolehkan mengonsumsi telur, ikan berminyak, dan daging. Hanya saja, masih wajib memperhatikan produk berkelanjutan, seperti hanya daging dari hewan yang diberi makan rumput.
Satu porsi makanan dalam diet pegan harus terdiri dari 75 persen tanaman dan 25 persen protein hewani organik. Jenis makanan yang harus dihindari antara lain produk susu, makanan olahan, gula industri, gluten, dan minyak olahan.
Apakah diet pegan itu sehat? Chloe Hall mengungkapkan mengonsumsi banyak buah dan sayuran bukanlah hal buruk karena dapat membantu mencegah kanker. Kandungan seratnya juga bagus untuk menjaga usus tetap sehat.
''Kandungannya yang rendah kalori juga dapat membantu menjaga berat badan,'' ujar dia.
Baca Juga
Namun, mengurangi makanan yang sebenarnya juga bermanfaat bagi tubuh, seperti susu, dinilai sebagai sisi negatif dari diet ini. Seperti yang diketahui, susu adalah sumber kalsium yang bagus untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang.
''Saya pikir menghindari beberapa kelompok makanan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi jika tidak direncanakan dengan baik,'' tutur dia mengingatkan.
Sementara itu, juru bicara dari Masyarakat Vegan, Dominika Piasecka merasa senang melihat lebih banyak orang yang mencoba makanan vegan melalui diet pegan. Menurutnya, diet pegan bisa menjadi permulaan sebelum seseorang beralih kepada diet vegan murni.
Sumber : Suara.com
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?