Rabu, 26 Januari 2022
Rima Sekarani Imamun Nissa : Selasa, 16 Juni 2020 | 17:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Dewiku.com - Seorang Ibu melahirkan anak ke-13 cuma sehari sebelum Skotlandia memberlakukan kebijakan penguncian wilayah, beberapa waktu lalu. Namun, kelahiran itu tak bisa membuat dia merasa sepenuhnya bahagia.

Perempuan berusia 38 tahun bernama Deborah Douglas ini mestinya bersuka cita menyambut kelahiran bayi laki-laki yang dia namai Nate. Sayangnya, pada saat bersamaan, anaknya yang ke-12, Eboni, tengah menjalani perawatan intensif karena diduga terpapar Covid-19.

Eboni yang baru berusia setahun dirawat di Dumfries Infirmary, Skotlandia. Dia ditemani sang ayah, Craig.

Melansir Daily Star, Deborah mengungkapkan kepada Daily Record, "Itu seperti mimpi buruk tapi untungnya, Eboni akhirnya dites negatif untuk Covid-19 dan kembali ke rumah tiga hari kemudian untuk melihat adiknya yang baru."

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Keluarga Douglas sebelumnya sudah dikaruniai 12 anak. Mereka adalah Ellie (16 tahun), Liam (15 tahun), Troy (13 tahun), Cora (12 tahun), Eva (11 tahun), Zac (10 tahun), Indi (8 tahun), Rio (7 tahun), Ezmae (5 tahun), Aria (3 tahun), Zuri (2 tahun), dan Eboni. Kini, mereka mempunyai 13 anak dengan Nate sebagai si bungsu.

Deborah pun menceritakan kesulitan yang dialami keluarganya ketika lockdown. Namun, saat yang paling berat adalah menjelang kelahiran Nate.

"Eboni dilarikan ke rumah sakit dengan dugaan virus corona seminggu sebelum tanggal jatuh tempo saya dengan Nate," kata Deborah.

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

"Setelah menghabiskan berhari-hari di samping tempat tidurnya di kursi, Craig mengambil alih pada Sabtu malam karena saya benar-benar kelelahan dan butuh istirahat," ucap dia lagi.

Deborah terbangun sekitar pukul 4 pagi keesokan harinya dan merasakan kontraksi. Dia akhirnya melahirkan anak ke-13 tanpa dampingan sang suami kurang dari dua jam setelahnya. Bagaimanapun, Eboni juga tak bisa mereka tinggal sendiri.

Deborah dan bayinya juga mesti pulang secepat mungkin karena keduanya berisiko tinggi terkena virus corona. Sebab, pada titik itu, mereka masih belum tahu apakah Eboni positif atau tidak.

"Untungnya dia (Eboni) akhirnya dites negatif namun didiagnosis dengan bronkiolitis dan diizinkan pulang pada hari Rabu," ungkap Deborah kemudian.

BACA SELANJUTNYA

Berencana Menikah saat New Normal? Kamu Perlu Perhatikan 5 Hal Ini