Jum'at, 10 Juli 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa : Senin, 29 Juni 2020 | 21:00 WIB

Dewiku.com - Perasaan bahagia bersama pasangan ternyata berdampak baik pada kesehatan fisik maupun mental masing-masing. Penelitian baru juga menunjukkan kalau mereka yang tidur bersama pasangan cenderung memiliki kualitas tidur yang baik.

Penelitian yang dipimpin oleh Henning Drews, sarjana pasca-doktoral di Center for Integrative Psychiatry di Kiel, Jerman, menganalisis 12 pasangan muda dan sehat berusia antara 18 hingga 29 tahun. Mereka menghabiskan empat pekan di laboratorium yang dijadikan kamar tidur.

Menggunakan polisomnografi, para peneliti mengukur hal apa yang terjadi selama tidur pada masing-masing pasangan.

Polisomnografi memberikan pengukuran komprehensif saat tidur, termasuk gelombang otak, pernapasan, gerakan, ketegangan otot, serta aktivitas jantung.

Peneliti menemukan, saat mereka tidur bersama, pasangan mencapai tahap tidur bermimpi atau Rapid Eye Movement (REM) daripada ketika mereka tidur terpisah, dan tidur mereka menjadi kurang terganggu.

Ilustrasi tidur dengan pasangan (Shutterstock)

Menariknya, mereka juga lebih sering menggerakkan anggota badan saat tidur bersama pasangan walau gerakan ini sama sekali tidak mengganggu tidur.

Para peneliti juga menemukan pola tidur tampak selaras saat pasangan tidur bersama. Seberapa dekat mereka tampaknya terkait dengan kekuatan hubungan pasangan.

"Tidur REM adalah keadaan di mana kapasitas fisiologis tubuh untuk mempertahankan suhunya berkurang. Oleh karenanya, kehadiran pasangan bisa membantu menstabilkan suhu tubuh sendiri," ujar Drews, dilansir dari WebMD.

Ilustrasi pasangan tidur bersama. (Unsplash/Clem Onojeghuoa)

Alasan lain mengapa pasangan punya kualitas tidur lebih baik adalah mereka merasa nyaman secara psikologis. Lingkungan yang santai dan aman mendorong tidur REM sehingga tidur dengan orang lain bisa membantu menciptakan perasaan aman.

"Studi ini menyoroti peran dukungan sosial pada kualitas tidur. Mereka menemukan tidur dengan pasangannya, terutama yang mempunyai hubungan kuat, [menghasilkan] kualitas tidur yang lebih baik," ucap Jessy Warner-Cohen, psikolog senior di Long Island Jewish Medical Center di New Hyde Park, New York, yang meninjau temuan itu. (*Rosiana Chozanah)

BACA SELANJUTNYA

Ternyata Wanita Perlu Tidur Lebih Lama Ketimbang Pria, Kok Bisa?