Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Dewiku.com - Selama pandemi ini, semua orang wajib mengenakan masker ketika bepergian untuk mencegah penyebaran virus corona covid-19. Bahkan, protokol kesehatan tak boleh diabaikan saat kencan dengan pasangan tercinta.
Hanya saja, setelah sekian lama tidak berjumpa, tentu wajar jika ingin melihat wajah kekasih secara langsung. Namun, kira-kira apa saja yang mesti diperhatikan untuk memperkecil risiko penyebaran virus?
Melansir Elite Daily, para ahli mengatakan hal itu tergantung situasinya. Setidaknya ada tiga hal yang jadi perhatian, yaitu dengan siapa Anda tinggal, apakah salah satu kalian mengalami gangguan kekebalan, serta ke mana Anda bakal pergi berkencan.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), masker kain adalah salah satu senjata paling ampuh yang kita mempunyai untuk memperlambat dan menghentikan penyebaran virus.
Baca Juga
-
Mau Beli Pembalut Buat Istri, Pria Ini Malah Dituduh Mesum sampai Nangis
-
Diklaim Bikin Pria Makin Tertarik, Wanita Ini Pakai Parfum Aroma Vagina
-
Yoga Disebut Jadi Rahasia Awet Muda Sophia Latjuba, Kok Bisa?
-
Daftar Promo Sepatu September 2020, Ada Diskon hingga 50 Persen!
-
Potret Pria yang Ketagihan Rasa Sakit, Seluruh Tubuhnya Tertutup Tinta Tato
-
Ibu Ini Bahagia Menikahi Pohon, Kini Rayakan Ulang Tahun Pernikahan Pertama
CDC selalu merekomendasikan pemakaian masker di tempat umum dan ketika berada di sekitar siapapun yang tak tinggal serumah dengan kita.
"Saya selalu mengatakan hal yang terbaik adalah berasumsi bahwa Anda memilikinya dan bahwa Anda harus melindungi orang lain serta menganggap semua orang memilikinya dan Anda perlu melindungi diri sendiri," ujar ilmuwan perawat klinis, Shanina Knighton.
Soal melepas masker ketika kencan, Knighton menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kalau Anda atau teman kencan mengalami masalah yang berkaitan dengan kekebalan tubuh, termasuk kondisi orang-orang yang serumah dengan Anda maupun dia, artinya terlalu berisiko untuk melepas masker.
Penting juga untuk memahami gaya hidup teman kencan Anda. Seberapa waspada dirinya ketika mencuci tangan? Apakah dia menerapkan jarak sosial? Apakah pekerjaannya melibatkan interaksi dengan orang-orang sepanjang hari?
Meski akan terasa canggung, memang ada baiknya mengetahui berbagai kebiasaannya di tengah pandemi saat ini. Setidaknya, Anda jadi tahu apakah kalian berdua memiliki cara pandang yang sama tentang Covid-19.
Berikutnya, perhatikan situasi dan kondisi lokasi kencan. Hingga kini, para ahli setuju kalau risiko penularan virus di luar ruangan lebih kecil. Jadi, bisa dikatakan lebih baik jalan-jalan atau piknik di taman dari pada makan bareng di dalam restoran.
Jika ingin makan bersama, Knighton menyarankan agar selalu memilih tempat duduk di luar ruangan jika memungkinkan, terutama karena Anda harus melepas masker ketika makan dan minum.
Peneliti senior di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Amesh Adalja, juga mengungkapkan pendapat senada.
Bagaimana pun, jangan sampai pertemuan Anda dengan pasangan berakhir menjadi sesuatu yang disesali di kemudian hari akibat mengabaikan protokol kesehatan.
"Tak ada aturan khusus yang benar-benar bisa Anda ikuti selain jika Anda sakit, jangan melepasnya," tegas dia.
Terkini
- Ide Merayakan Valentine Bersama Orang Terkasih, Dinner Romantis Bisa Jadi Pilihan
- Tagar #KaburAjaDulu, Ketika Anak Muda Angkat Tangan pada Realita
- Fenomana Glass Ceiling: Mengapa Perempuan Sulit Jadi Pemimpin di Dunia Kerja?
- Takut Ketinggalan Momen? Begini Cara Mengelola FOMO dengan Sehat!
- Ladang Mimpi yang Berubah Jadi Neraka: Tragedi 100 Wanita Thailand di ' Peternakan Telur Manusia' Georgia
- Mengenal Roehana Koeddoes: Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia
- Stigma atau Realita: Perempuan Enggan Bersama Laki-laki yang Tengah Berproses?
- Komunitas Rumah Langit: Membuka Ruang Belajar dan Harapan bagi Anak-anak Marginal
- Subsidi BPJS Kesehatan Terancam, Siapa yang Paling Terdampak?
- Komnas Perempuan Soroti Perlindungan Jurnalis Perempuan dari Kekerasan Berbasis Gender