Dewiku.com - Hubungan asmara yang dilandasi cinta dan obsesi tentu tak bisa disamakan. Apa perbedaan antara keduanya?
Jika dipenuhi cinta, umumnya akan ada rasa saling menjaga perasaan dan mendukung satu sama lain. Berbeda dengan hubungan yang penuh obsesi. Seseorang bisa saja selalu ingin memantau pasangan secara berlebihan, takut kehilangan, mengontrol hidup pasangan, dan posesif berlebihan.
Nah, waspadai tanda bahwa kamu terobsesi dengan pasangan, dilansir dari Times of India.
Berawal dari pikiran
Terjadinya obsesi dalam hubungan ditandai dengan selalu memikirkan dia tanpa memikirkan diri sendiri. Dari tanda ini, Anda selalu ingin memantau dia setiap saat. Jika sudah begini, bisa jadi pasangan tak nyaman denganmu hingga berakhir menjadi toxic relationship.
Posesif
Dari hubungan yang penuh obsesi tersebut, Anda akan jadi pribadi yang posesif ke pasangan. Walau rasa cemburu sangat wajar karena takut kehilangan pasangan, jika dilakukan secara berlebihan, bisa-bisa hubungan menjadi toksik. Jadi, cemburu sewajarnya saja. Jangan sampai cemburu berlebihan Anda mengganggu pasangan.
Terus mengirim pesan
Komunikasi memang sangat penting dalam sebuah hubungan. Itu menjadi cara yang baik agar hubungan yang terjalin bisa langgeng. Walau komunikasi itu penting, jika Anda terus mengirim pesan dan meneleponnya setiap saat, ini bisa membuat pasangan Anda tidak nyaman.
Tentunya, rasa obsesi Anda pada pasangan bisa berdampak pada hubungan Anda. Misalnya, Anda lupa bahwa pasangan memiliki kesibukan.
Baca Juga
-
Pandemi Sebabkan Kulit Kering Sekali "Kresek", Perhatikan Kebiasaan Mandi
-
Gaya Hidup Banyak Berubah karena Pandemi, Kebiasaan Ini Harus Dipertahankan
-
Dukung Ilmuwan Wanita, L'Oreal dan UNESCO Akan Biayai 4 Penelitian Ini
-
3 Anti-aging Serum Lokal Terbaik dan Terjangkau, Pilih Produk Andalanmu!
-
Bikin Awet Muda, Y.O.U Golden Age Refining Serum Punya 5 Kandungan Spesial
-
Prediksi Tren Kecantikan 2022, Berikut 3 Produk yang Bakal Jadi Primadona
Melupakan lingkungan sekitar
Anda yang terobsesi dengan pasangan tidak hanya berdampak negatif pada hubungan saja. Anda juga akan melupakan lingkungan sekitar, mulai dari teman hingga keluarga. Dari dampak ini, tentu Anda akan kehilangan diri sendiri. (*Aflaha Rizal Bahtiar)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?