Dewiku.com - Kamu lebih nyaman naik kendaraan pribadi atau transportasi umum? Setiap orang tentu memiliki alasan masing-masing terkait jenis transportasi yang dipilih.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penting untuk memajukan transportasi dan konektivitas di Indonesia. Salah satunya adalah membangun infrastruktur transportasi massal untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan kualitas udara, dan memperlancar mobilitas masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan bantuan subsidi pembelian kendaraan bermotor berbasis baterai sejak tahun lalu.
Terkait kebutuhan transportasi, Jakpat melakukan survei terhadap 2.299 responden di seluruh Indonesia tentang kebiasaan dalam bepergian sehari-hari. Survei ini difokuskan pada jenis transportasi, baik pribadi maupun umum.
"Meskipun transportasi umum lebih banyak digunakan di Jabodetabek, mayoritas responden tetap memilih kendaraan pribadi, terutama motor, karena efisiensi waktu dan kemampuan menghindari kemacetan. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat Jabodetabek lebih mengutamakan kenyamanan dalam menghadapi lalu lintas padat, sementara di luar Jawa, keterbatasan akses dan kebutuhan akan kenyamanan pribadi menjadi penentu utama pilihan transportasi," ujar Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, dikutip dari siaran pers yang diterima Dewiku.com, Senin (30/9/2024).
Umumnya, orang-orang menggunakan kendaraan untuk mobilitas ke kantor. Sebanyak 40% pengguna transum juga menggunakan fasilitas publik tersebut di akhir pekan.Terkait tipe, 21% pengguna transum mengandalkan ojek motor online, disusul angkot (13%) dan kereta rel listrik/KRL (7%).
Waktu yang paling umum untuk menggunakan transportasi, baik pribadi maupun umum, cenderung sama, yaitu saat berangkat kerja dan pulang kerja. Puncak penggunaan transom adalah pukul 06.00-10.00 dengan persentase 38%, sedangkan 1 dari 5 pengguna kendaraan pribadi berkendara dari pukul 20.00-22.00.
Soal frekuensi, 72% pengguna kendaraan pribadi menggunakannya setiap hari. Sementara itu, hampir 30% pengguna transum mengandalkan fasilitas bersama tersebut 2-4 kali seminggu.
Dari segi durasi sekali perjalanan, tidak ada perbedaan signifikan antara pengguna transportasi umum maupun pribadi. Lebih dari 40% responden menghabiskan 15-30 menit. Sebanyak 17% dari pengguna transum di Jabodetabek menghabiskan 1-2 jam untuk satu kali perjalanan.
Di sisi lain, menggunakan transum dinilai lebih hemat karena lebih dari 50% penggunanya mengeluarkan biaya kurang dari Rp 250 ribu tiap bulan untuk keperluan bepergian. Sementara itu, 1 dari 3 pengguna kendaraan pribadi menghabiskan Rp 250-500 ribu per bulan.
Baca Juga
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?