Dewiku.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengajak pemangku kebijakan dan masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan sebagai bagian integral dari pemajuan hak asasi manusia (HAM).
Komnas Perempuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih adil, setara, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema global peringatan Hari HAM Sedunia ke-76, yakni "Our Rights, Our Future, Right Now".
"Tema ini memberikan pesan untuk mengakui akan pentingnya dan relevansi HAM dalam kehidupan sehari-hari yang mengedepankan prinsip non diskriminasi dan kesetaraan serta tidak menormalisasi kekerasan terhadap perempuan," ujar komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, dikutip Dewiku.com dari siaran pers, Kamis (12/12/2024).
"Pengakuan ini akan berdampak pada masa depan pemenuhan hak asasi manusia juga hak asasi perempuan di dunia," imbuhnya.
Veryanto Sitohang mengatakan, hal tersebut menunjukkan semangat kerja kolaborasi bersama mitra yang terus menguat. Orang-orang semakin memahami bahwa penghapusan kekerasan terhadap perempuan merupakan tanggung jawab bersama dan tak terpisahkan dari pemenuhan HAM.
"Semoga peringatan hari HAM tahun ini dapat mendorong penghormatan dan pencapaian pemenuhan HAM, termasuk komitmen yang kuat dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia," papar dia.
Sementara itu, pada kampanye 16HAKTP tahun ini, Komnas Perempuan mencatat peningkatan dan perluasan partisipasi masyarakat sebesar 15% di berbagai wilayah, termasuk luar negeri.
Pada 2023, terdapat 147 kegiatan kampanye yang tersebar di 18 provinsi dan 88 kota di seluruh Indonesia, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Aceh, Gorontalo, NTT, NTB, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Maluku, DI Yogyakarta, dan Bengkulu.
Tahun 2024, jumlah kegiatan meningkat menjadi 169 kegiatan, mencakup 20 provinsi dan 3 kegiatan di luar negeri. Distribusi kegiatan meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Aceh, Gorontalo, NTT, NTB, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, Maluku, DI Yogyakarta, Bengkulu, dan luar negeri.
Baca Juga
Keterlibatan lintas sektor untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan jelas memegang peran krusial. Harapannya, cita-cita masyarakat Indonesia yang inklusi, adil dan setara, bisa segera terwujud.
"Komnas Perempuan mengajak mitra-mitra agar melanjutkan advokasinya di era pemerintahan yang baru," ungkap Tiasri Wiandani, komisioner Komnas Perempuan.
Terkini
- Bermula dari Dapur: Mengurai Benang Kusut Masalah Sampah Nasional dari Rumah
- Tren Kecantikan 2026: Dari Biotech Beauty hingga Skincare Berbasis Sains Kian Digemari
- Perempuan Makin Dominan di Panggung Global, Rising Girls dan Plataran Menteng Dorong Kepemimpinan Berbasis Impact
- Manfaatkan Liburan Singkat, Saatnya Kunjungi Transera Waterpark!
- Jangan Salah Warna! Kenali 3 Jenis Taksi Hong Kong Berdasarkan Rute Tujuan yang Dicari
- Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
- Body Care Pertama di Indonesia dengan Bahan Baku Kemangi, Inovasi Baru untuk Kulit Sensitif
- 100 Momfluencer Kumpul di Ramadan, Dari Ngonten Bareng hingga Belajar Finansial
- Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia yang Siap Ramaikan Lebaran 2026
- Glam Meet Up Elzatta: Koleksi Sarimbit Baru Terinspirasi Perempuan Tangguh
Berita Terkait
-
Bahasa Cinta yang Salah, Kenapa Silent Treatment Bikin Perempuan Sakit Hati
-
Rawan Jadi Korban Kekerasan, Perempuan dengan Disabilitas Hadapi Kerentanan Berlapis
-
Seksis di Dunia Komedi: Katanya Bercanda tapi Kok Tinggalkan Luka?
-
Self-Love yang Salah Kaprah, Hubungan Antara Penerimaan Diri dan Obesitas pada Perempuan Indonesia