Dewiku.com - Memotong rambut setelah putus cinta terus menjadi topik yang menarik. Itu terjadi karena hingga kini, banyak perempuan yang masih melakukannya lho Sahabat Dewiku!
Adalah Breakup Haircut, fenomena memotong rambut dengan gaya tertentu akibat suatu kejadian penting bagi perempuan termasuk putus cinta.
Breakup Haircut sering dianggap sebagai tindakan psikologis untuk mendapatkan kembali kendali, lambang awal yang baru, dan melepas masa lalu dengan membuat perubahan yang terlihat pada penampilan.
Pertanyaan kini, "memangnya rambut menyimpan trauma?" menjadi sering muncul dan memicu diskusi menarik di kalangan ilmiah dan budayawan.
Pertanyaan ini menyentuh beberapa konsep, mulai dari fisik rambut yang nyata dan struktur rambut, hingga gagasan yang lebih abstrak tentang trauma emosional dan kepercayaan budaya.
Dilansir Dewiku dari PopSugar, fenomena ini dikaitkan dengan kebutuhan untuk melepaskan trauma dan memulai sesuatu yang baru.
Psikolog dan penulis Dr. Sanam Hafeez menjelaskan, memotong rambut setelah putus cinta sering kali menjadi simbol transformasi.
"Ketika seseorang memotong rambutnya, itu adalah cara untuk mengambil kendali atas perubahan hidup mereka."
"Rambut sering kali dianggap sebagai bagian dari identitas seseorang. Ketika seseorang mengubahnya, itu menjadi simbol keputusan besar dalam hidup mereka," kata Hafeez ditulis Dewiku, Selasa (31/12/2024).
Selain itu, Hafeez juga menambahkan bahwa rambut dapat mewakili kenangan atau pengalaman tertentu.
Baca Juga
-
Mengapa Membuat Resolusi Tahun Baru Penting, Meski Seringkali Tak Pernah Terwujud
-
Brain Rot Dinobatkan Jadi Oxford Word of the Year 2024: Mengungkap Fenomena Kemerosotan Mental di Era Digital
-
Father Wound: Luka Batin yang Tersisa Ketika Ayah Tidak Hadir
-
Banyak Chef Laki-Laki Sukses, Tapi Kenapa Dapur Rumah Tangga Tetap Urusan Perempuan?
-
Di Balik Tren Fashion: Warna Pastel dan Artinya
-
Petualangan Jati Diri: Mengapa Perempuan Semakin Gemar Solo Traveling di 2025
"Bagi beberapa orang, rambut mereka mungkin menjadi pengingat pengalaman yang menyakitkan atau hubungan yang sulit. Memotongnya memungkinkan mereka untuk meninggalkan masa lalu dan melangkah ke masa depan," ungkapnya.
Para ahli juga sepakat bahwa tindakan ini sering kali memberikan rasa lega dan kekuatan.
"Ketika Anda merasa kehilangan kontrol akibat putus cinta, sesuatu seperti memotong rambut bisa menjadi pengingat bahwa Anda memiliki kendali penuh atas hidup Anda sendiri," ujar Hafeez.
Lebih dari sekadar perubahan fisik, Breakup Haircut mencerminkan perjalanan emosional yang mendalam dan sering diiringi dengan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, serta bebas dari luka masa lalu.
Bagaimana, kamu terbiasa potong rambut pasca-putus gak, Sahabat Dewiku?
Penulis: Nurul Lutfia Maryadi
Terkini
- Bermula dari Dapur: Mengurai Benang Kusut Masalah Sampah Nasional dari Rumah
- Tren Kecantikan 2026: Dari Biotech Beauty hingga Skincare Berbasis Sains Kian Digemari
- Perempuan Makin Dominan di Panggung Global, Rising Girls dan Plataran Menteng Dorong Kepemimpinan Berbasis Impact
- Manfaatkan Liburan Singkat, Saatnya Kunjungi Transera Waterpark!
- Jangan Salah Warna! Kenali 3 Jenis Taksi Hong Kong Berdasarkan Rute Tujuan yang Dicari
- Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
- Body Care Pertama di Indonesia dengan Bahan Baku Kemangi, Inovasi Baru untuk Kulit Sensitif
- 100 Momfluencer Kumpul di Ramadan, Dari Ngonten Bareng hingga Belajar Finansial
- Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia yang Siap Ramaikan Lebaran 2026
- Glam Meet Up Elzatta: Koleksi Sarimbit Baru Terinspirasi Perempuan Tangguh