Dewiku.com - Di tengah derasnya tuntutan budaya dan norma sosial yang kerap menempatkan pernikahan sebagai tolok ukur kesuksesan hidup seorang perempuan, semakin banyak suara yang berani berkata sebaliknya: Hidup tanpa menikah? Kenapa tidak!
Bagi sebagian perempuan modern, kebahagiaan dan pencapaian pribadi tak lagi harus diukur lewat status pernikahan.
Mereka memilih merayakan kemandirian, mengejar mimpi, dan menjalani hidup sesuai definisi bahagia versi diri sendiri.
Hidup mandiri tanpa pasangan bukan lagi dianggap sebagai "rencana cadangan", melainkan sebuah pilihan sadar untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
Melansir The Atlantic, perempuan yang lajang kini memiliki kekuatan demografis yang membentuk lanskap kehidupan budaya, ekonomi, bahkan sampai politik.
Mereka bukan tidak laku, bukan pula gagal menemukan cinta, mereka hanya memilih versi hidup yang sesuai dengan nilai dan kebutuhan pribadi mereka.
Menikah Bukan Syarat Bahagia
Pilihan untuk tidak menikah bukan berarti menolak cinta atau membenci dalam berkeluarga, banyak perempuan tetap menjalin hubungan yang sehat dan suportif, membangun rumah tangga dengan bentuk yang lebih fleksibel.
Bahkan memperluas makna keluarga melalui ikatan persahabatan, komunitas, dan solidaritas sosial, mereka membuktikan bahwa cinta bisa hadir dalam berbagai bentuk, tidak selalu lewat cincin di jari manis atau mengisi akta nikah.
Kemudian, Profesor Paul Dolan, seorang ahli ilmu perilaku dari London School of Economics, menyatakan bahwa perempuan yang tidak menikah dan tidak memiliki anak merupakan kelompok paling bahagia dalam populasi.
Baca Juga
-
Kenapa Perempuan Sering Overthinking dan Overloving? Terlalu Banyak Mikir, Terlalu Banyak Sayang
-
Saat Anak Dianggap Investasi: Potret Pola Asuh Bernuansa Balas Budi
-
Mengenal Endometriosis: Rintangan Perempuan Menuju Kehamilan
-
Upgrade Diri Tanpa Drama: Bertumbuh dengan Ritme yang Kamu Pilih
-
Adventure Parenting: Cara Membesarkan Anak Pemberani dan Tangguh di Era Digital
-
Naik Level Tanpa Burnout: Cara Upgrade Diri dengan Santai
Hal ini mematahkan asumsi bahwa perempuan hanya akan bahagia jika berada dalam ikatan pernikahan.
Justru, bagi sebagian perempuan, ketenangan, ruang pribadi, dan kebebasan menentukan arah hidup membawa kebahagiaan yang lebih besar.
Namun, kita juga tak bisa memungkiri bahwa tekanan terhadap perempuan untuk menikah sering datang dari luar diri, seperti dari keluarga dan lingkungan sekitar yang masih sering memikirkan citra “perempuan bahagia adalah perempuan yang bersuami.”
Padahal, setiap perempuan berhak menentukan jalannya sendiri, dan tidak seharusnya merasa bersalah atas pilihannya.
Data dari Pew Research Center menunjukkan bahwa jumlah perempuan dewasa yang tidak menikah di Amerika Serikat meningkat secara signifikan dalam dua dekade terakhir.
Fenomena serupa juga terjadi di Jepang, Korea Selatan, dan sebagian besar negara Eropa. Dimana, hal ini bukan sekadar gejala individual, melainkan tanda pergeseran nilai secara global.
Sudah waktunya kita mengubah cara pandang, merayakan pilihan hidup perempuan berarti menciptakan ruang yang adil dan inklusif bagi semua keputusan baik memilih menikah, menunda, atau tidak menikah sama sekali.
Karena pada akhirnya, kebahagiaan tidak bisa diukur dari status perkawinan, melainkan dari sejauh mana seseorang hidup dengan jujur, bebas, dan sesuai dengan keinginan hatinya.
Mari rayakan semua perempuan yang menikah dan yang belum menikah, serta yang tidak ingin menikah. Karena setiap perempuan memiliki cerita, kekuatan, dan kebahagiaan yang layak dihargai sepenuhnya.
(Mauri Pertiwi)
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian