Dewiku.com - Bagi sebagian orang, makeup sering dianggap sebagai alat untuk mempercantik diri. Namun, buat banyak perempuan, terutama yang aktif di dunia kerja atau sering bertemu orang, makeup punya fungsi yang jauh lebih dalam. Salah satu produk yang paling sering digunakan adalah foundation. Tujuannya bukan selalu untuk tampil menarik, melainkan sebagai "topeng" agar tidak terlihat lelah.
Lebih dari Sekadar Menutupi: Menyamarkan Tanda Kelelahan
Dalam kehidupan sehari-hari, foundation sering digunakan bukan karena ingin tampil glamor, tapi untuk menyamarkan wajah yang pucat, kusam, atau menunjukkan tanda-tanda kurang tidur. Hal ini karena ada keinginan agar tetap terlihat segar dan siap, terutama di hadapan orang lain—entah rekan kerja, atasan, atau klien. Tujuannya sederhana, agar tidak memancing pertanyaan seperti “kamu sakit?” atau “kenapa mukanya kelihatan lelah?”
Menjaga Penampilan, Menjaga Kendali
Foundation bukan hanya soal tampilan fisik, tapi juga soal mengatur kesan yang ingin ditampilkan. Wajah yang tampak lelah bisa memberi kesan tidak siap, kurang semangat, atau bahkan dianggap tidak profesional.
Maka, banyak perempuan memilih menggunakan foundation sebagai cara untuk tetap terlihat terjaga meski tubuh atau pikirannya sedang lelah.
Makeup dalam hal ini bisa disebut sebagai bentuk strategi sosial. Lewat foundation, seseorang bisa menjaga kendali atas bagaimana dirinya dilihat oleh orang lain. Ini bukan tentang memalsukan diri, tapi tentang melindungi diri dari penilaian atau komentar yang tidak diinginkan.
Penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Social Psychology dengan judul Cosmetics: They Influence More Than Caucasian Female Facial Attractiveness menemukan bahwa penggunaan makeup ringan seperti foundation dapat membuat wajah terlihat lebih sehat dan menarik di mata orang lain. Bahkan saat ekspresi wajah tidak berubah, wajah yang memakai makeup dinilai lebih segar dan bertenaga dibandingkan yang tidak.
Hal ini menunjukkan bahwa makeup, terutama foundation, punya peran penting dalam membentuk persepsi orang terhadap diri kita. Tidak heran jika banyak orang merasa lebih percaya diri setelah memakainya—bukan karena ingin tampil mencolok, tapi karena ingin tampil layak dilihat sesuai standar sosial yang berlaku.
Baca Juga
-
Pacaran Lama Bukan Alasan Bertahan: Saatnya Say Bye ke Cowok Red Flag!
-
Tidur Lama Pas Weekend Bukan Pemalas, Justru Bikin Awet Muda!
-
Studi Bilang Tingkat Depresi Jomblo Justru Lebih Rendah Daripada yang Punya Pacar, Kok Bisa?
-
Skip Ribet, Ini Skincare Esensial yang Wajib Kamu Punya di Usia 20-an!
-
Zsa Zsa Utari Pernah Insecure? Ini Caranya Lawan Body Anxiety dan Balik Percaya Diri!
-
Kelihatan Mewah, Tapi Banyak Tagihan: Realita Flexing di Sosmed
Di balik lapisan foundation, ada bentuk perlindungan emosional. Banyak perempuan merasa bahwa makeup membantu mereka merasa lebih siap menjalani hari, lebih tenang saat harus tampil di depan umum, atau lebih aman saat menghadapi orang lain. Dalam beberapa kasus, makeup juga bisa membantu menghindari rasa cemas atau rasa malu karena wajah terlihat terlalu lelah atau tidak rapi.
Namun tentu saja, tidak semua orang memakai makeup karena tekanan. Bagi sebagian perempuan, foundation juga menjadi bagian dari perawatan diri—cara untuk memulai hari dengan lebih rapi dan percaya diri. Meskipun begitu, penting untuk diakui bahwa makeup sering kali juga digunakan karena adanya tuntutan sosial yang mengharuskan perempuan untuk selalu tampil segar dan profesional, bahkan saat mereka sebenarnya sedang tidak dalam kondisi terbaik.
Pada akhirnya, penggunaan foundation bukan selalu soal menyembunyikan wajah yang sebenarnya, tapi lebih kepada menjaga diri dari reaksi atau komentar yang tidak dibutuhkan. Di dunia yang sering menilai perempuan dari penampilan luar, foundation bisa menjadi perisai yang memberi jarak aman antara kondisi batin dan ekspresi luar.
Dengan kata lain, foundation tidak selalu dipakai untuk menarik perhatian. Justru sebaliknya, ia sering digunakan untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan, dan memberi ruang bagi seseorang untuk menjalani harinya tanpa perlu menjelaskan kelelahan atau tekanan yang sedang dirasakan.
(Sifra Kezia)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?