Dewiku.com - Dalam proses berkarya, banyak orang terlalu terpaku pada hasil akhir tanpa benar-benar memahami lika-liku perjalanan di baliknya. Padahal, justru proses itulah yang sering kali menyimpan pembelajaran dan cerita paling berharga. Tak hanya soal sukses, cara kita menyikapi kegagalan juga menentukan langkah selanjutnya.
Hal ini disampaikan oleh Raditya Dika dalam diskusi Grab Generasi Campus yang digelar Selasa (5/7/2025) di Jakarta Selatan. Menurut Radit, cara untuk mencapai satu titik sukses tidak selalu bisa diterapkan untuk naik ke level berikutnya.
“Kalau menurut gue gini, apa yang bawa kita dari titik 0 ke A itu, akan beda caranya dari bawa kita A ke B. Jadi kita harus tau, kalau yang udah sampe limit, ya harus inovasi terus,” ujar Radit.
Sebagai seorang penulis, komika, dan kreator konten, Radit juga mengingatkan pentingnya keluar dari zona nyaman. Ketika sudah merasa cukup dan karya mulai terasa stagnan, tandanya kamu butuh pendekatan baru atau bahkan menemukan kegelisahan baru yang bisa menghidupkan proses kreatifmu lagi.
Ia mencontohkan dari pengalamannya sendiri saat dulu aktif di Twitter dengan konten seputar percintaan dan status jomblo. Meski sukses, lama-lama konten tersebut terasa tidak natural karena tidak lagi mewakili perasaannya saat itu.
Menurut Radit, semua kreator pasti akan mengalami masa stagnasi. Untuk menghadapinya, refleksi jadi kunci penting—baik saat sedang naik daun maupun ketika menghadapi kegagalan. Prinsip sederhananya?
“Jadi kalau kita buat sesuatu, kita evaluasi, lalu kita perbaiki sehingga gagalnya lebih dikit. Sehingga akumulasinya akan tercipta karya yang benar,” jelasnya.
Radit juga menekankan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan itulah kita bisa belajar, melakukan evaluasi, dan memperbaiki diri hingga akhirnya menghasilkan karya yang lebih matang.
Buat kamu yang lagi merasa stuck, ingat satu hal: keberhasilan bukan hanya soal satu karya besar, tapi tentang konsistensi memperbaiki diri dari kegagalan-kegagalan kecil yang pernah terjadi.
(Himayatul Azizah)
Baca Juga
-
Dunia Kerja Nggak Selalu Sesuai Harapan: Ini Wejangan Najwa Shihab Biar Kamu Tetap Tahan Banting
-
Bukan Sekadar Healing, Wellnest Festival Ajak Keluarga Lebih Mindful Bareng
-
Pamer Kemesraan Tiap Hari, Tapi Ujungnya Cerai: Kenapa Banyak Pasangan Begitu?
-
Cerai di Usia Muda, Dahlia Poland Bikin Kita Mikir Ulang Soal Nikah Cepat
-
Gigi Putih Nggak Harus Mahal! Ini 3 Pasta Gigi yang Bikin Senyum Makin Kinclong
-
Luka Lama Dahlia Poland, Gugat Cerai Suami Setelah 10 Tahun Menikah
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian