Dewiku.com - Hubungan orang tua dan anak nggak berhenti cuma sampai masa remaja. Justru ketika anak udah beranjak dewasa—sibuk kuliah, kerja, atau bahkan bangun rumah tangga sendiri—kedekatan emosional tetap penting buat dijaga. Sayangnya, banyak orang tua yang merasa hubungan jadi renggang karena anak terlihat punya “dunianya sendiri”. Padahal, support emosional dari orang tua tetap bisa bikin anak merasa aman dan dihargai.
Kuncinya? Komunikasi terbuka, menghargai privasi, dan meluangkan waktu bersama. Tapi tentu aja, semua itu harus dilakukan tanpa kesan menggurui. Anak dewasa sudah punya pandangan hidup sendiri, jadi orang tua perlu lebih peka dalam menjaga hubungan. Nah, biar nggak salah langkah, simak tips berikut ini:
1. Jangan buru-buru kasih solusi
Kalau anak cerita soal masalahnya, sering kali mereka cuma butuh didengar, bukan diceramahi. Jadi, jangan langsung kasih “jurus pamungkas” sebelum mereka minta pendapat. Kadang yang mereka butuhkan cuma telinga yang siap mendengar tanpa menghakimi.
2. Terima pilihan hidup mereka
Anak dewasa pasti punya jalan hidup yang berbeda. Bisa jadi nggak sejalan dengan keinginan orang tua. Tapi justru di sinilah orang tua ditantang buat belajar menerima. Bukan berarti nggak bisa kasih arahan, tapi sampaikan dengan cara yang suportif, bukan menggurui.
3. Hargai mereka apa adanya
Kalau anak nggak ngikutin jejak orang tua, itu bukan berarti gagal. Mereka cuma punya cara sendiri buat menempuh hidupnya. Dukungan tanpa syarat bisa jadi bentuk kasih sayang yang paling anak rasakan.
4. Dengarkan dengan tulus
Coba luangkan waktu buat benar-benar dengerin cerita mereka. Dari masalah percintaan sampai urusan kerjaan, biarkan anak merasa didengar tanpa harus buru-buru ditanggapi. Kadang, “Aku ngerti” jauh lebih berarti daripada nasihat panjang lebar.
5. Biarkan mereka belajar lewat pengalaman
Wajar kalau orang tua pengen anaknya aman dari kekecewaan. Tapi kadang, kegagalan adalah bagian penting buat mereka tumbuh. Biarkan mereka mengeksplorasi hidup, jatuh-bangun, dan belajar dari situ. Tugas orang tua? Tetap ada buat mendukung, bukan mendikte.
Intinya, kedekatan dengan anak dewasa bisa tetap terjalin kalau orang tua lebih banyak mendengar, menerima, dan menghargai. Percaya deh, anak-anak bakal lebih nyaman terbuka kalau merasa diperlakukan sebagai pribadi dewasa, bukan lagi “anak kecil” yang selalu salah di mata orang tuanya.
(Himayatul Azizah)
Baca Juga
-
Drama Royalti Berakhir: Agnez Mo Bebas dari Tagihan Rp 1,5 Miliar, Ari Bias Tersenyum Pahit
-
Kuku Kusam Bikin Ilfeel? Ini Rahasia Biar Jadi Sehat, Kinclong, dan Auto Pede!
-
Cetak Sejarah! Ini Sosok Nadeen Ayoub, Wakil Palestina Pertama di Miss Universe 2025
-
Foto Bareng Safeea, Maia Estianty Resmi Lulus Ujian Kesabaran Level Dewa?
-
Baru Rilis, Hanung Bramantyo Sebut Merah Putih: One For All Masih Setengah Matang
-
Terjebak di Dunia Media Sosial: Gen Z dan Tren Hidup di Atas Utang
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?