dewiku.com - Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Bagi masyarakat Indonesia, peringatan ini merupakan salah satu momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Mengutip laman resmi Museum Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2024), Sumpah Pemuda merupakan merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui sebuah putusan Kongres Pemuda II di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928. Ikrar ini adalah pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan: Indonesia.
Bicara soal Sumpah Pemuda, masih banyak orang yang menganggapnya sebagai hasil pemikiran laki-laki semata. Padahal, Kongres Pemuda II juga diikuti oleh beberapa tokoh perempuan. Sayangnya, keterlibatan mereka memang jarang disorot.
Siapa saja perempuan hebat di balik Sumpah Pemuda? Melansir Antara, berikut beberapa di antaranya.
1. Siti Soendari
Siti Soendari berasal dari kalangan Jawa elit yang berhasil meraih gelar Meester in de Ritchen (Sarjana Hukum) di Universitas Leiden di Belanda pada 1934. Kala itu, mengakses pendidikan tinggi bukanlah hal mudah bagi perempuan. Selain berprestasi di bidang pendidikan, Siti Soendari juga disebut pernah menjabat sebagai direktur bank.
Pada Kongres Pemuda II, Siti Soendari berpidato tentang rasa cinta Tanah Air yang mestinya juga ditanamkan sejak dini pada perempuan, bukan cuma laki-laki. Hebatnya lagi, pidato Siti Soendari disampaikan dalam bahasa Belanda. Muhammad Yamin selaku Sekretaris Kongres Pemuda II kemudian berperan menerjemahkan pidato adik bungsu dr.Soetomo ini.
2. Emma Poeradiredja
Tokoh perempuan di balik Sumpah Pemuda lainnya adalah Emma Poeradiredja. Emma aktif dalam berbagai organisasi yang bergerak di bidang perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kesetaraan perempuan. Perempuan yang mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) ini juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota DPR/MPR Indonesia.
Emma terlibat dalam Kongres Pemuda II sebagai Ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond. Emma berpidato tentang peran para perempuan agar terlihat tidak hanya dalam pembicaraan pergerakan namun juga dengan perbuatan.
3. Poernomowoelan
Poernomowoelan atau Nona Poernomowoelan adalah seorang guru yang menjadi perwakilan pemuda Taman Siswa. Perempuan masa kini harus bangga karena Poernomowoelan merupakan pembicara pertama di mimbar Kongres Pemuda II.
Aktif di bidang pendidikan, pidatonya mengangkat soal misi mencerdaskan bangsa yang harus disertai pendidikan yang tertib dan disiplin. Poernomowoelan juga menekankan bahwa anak mesti mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah maupun rumah.
Terkini
- Dimash Qudaibergen, Penyanyi Kazakhstan dengan Rentang Vokal Lebih dari 6 Oktaf, Gelar Konser Perdana di Indonesia
- Eloi Coco Perkenalkan Wewangian Premium dengan Sentuhan Elegan Khas Eropa
- One Wish Dikabarkan Hadir dalam Versi Extrait de Parfum, Kapan Meluncur?
- Matcha Lagi Ngetren, Kini Hadir dalam Gelato Yogurt dari Uji Kyoto
- K-Beauty Bukan Lagi Sekadar Tren, Ini yang Membuatnya Terus Diminati
- Irish Bella Cerita Perjuangan IVF: Gagal, Sempat Lelah, tapi Kembali Menemukan Harapan